Jelajahi Destinasi Cantik di Festival Pesona Tambora 2018

14100

DOMPU (INDOPETRO) – Festival Pesona Tambora 2018 dipusatkan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yaitu mulai 9-11 April mendatang.

Seabrek kegiatan tengah disiapkan untuk memeriahkan Festival Pesona Tambora 2018. Aneka seni budaya, kuliner, sampai sport tourism akan menyambut seluruh wisatawan yang datang. Selain itu, ada satu yang juga sayang jika dilewatkan. Yaitu pesona Gunung Tambora.

Pesona Gunung Tambora tidak lepas dari ledakan besar sekitar 203 tahun lalu. Ledakan itu mengubah Tambora menjadi lanskap yang sangat menakjubkan. “Berlibur ke Tambora, wisatawan pasti tidak akan menyesal. Tambora bukan hanya gunungnya saja yang indah, wisata alam lainnya juga luar biasa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal.

Tambora memiliki view menawan yang akan memanjakan mata. Misalnya kawah besar sisa letusan. Pemandangan itu akan sempurna kalau dilihat dari puncak gunung. Selain itu, Gunung Tambora juga memiliki sejumlah destinasi wisata menawan yang menarik untuk dikunjungi.

Salah satunya Pulau Moyo. Keindahan pulau di sebelah barat Gunung Tambora itu sudah diakui tokoh-tokoh terkenal dunia. Di antaranya mendiang Putri Diana, pesepakbola Belanda Edwin van Der
Sar, petenis cantik Rusia Maria Sharapova, hingga musisi rock legendaries Amerika, David Bowie.

Pulau Moyo dikelilingi sejumlah pantai eksotis berpasir putih. Seperti Pantai Ai Manis, Pantai Tanjung Pasir, Takat Sagele, Pantai Poto Jarum, sampai Pantai Brang Sedo. “Pulau Moyo bukan hanya pantainya yang indah. Pulau ini pun memiliki air terjun yang rupawan. Ada Air Terjun Diwu Embai dan Air Terjun Mata Jitu atau Queen Waterfall. Nah Air Terjun Mata Jitu ini juga sempat dikunjungi Lady Diana,” kata Faozal menambahkan.

Ada lagi Pulau Nisa Pudu. Pulau kecil nan cantik itu terletak di Teluk Saleh yang tenang. Atau berada di sebelah tenggara Gunung Tambora. Pulau Nisa Pudu bisa dikelilingi hanya dengan berjalan kaki.

Pulau Nisa Pudu memiliki banyak pantai kecil dan mempesona, bersih, dan natural. Lengkap dengan air laut berwarna biru yang jernih. Tak hanya itu, pulau itu pun memiliki padang savana hijau yang menawan
seperti Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. “Yang paling unik itu Pulau Satonda. Di Pulau Satonda terdapat sebuah fenomena langka yaitu adanya danau air asin di tengah pulau. Padahal tidak tersambung langsung dengan laut,” kata Faozal melanjutkan.

Pulau Satonda unik dengan danau air asinnya. Keunikan itulah yang membuat pulau tersebut ditetapkan sebagai Taman Wisata Laut pada 1999. Banyak ilmuan Eropa yang meneliti keunikan Pulau Satonda. Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak misalnya. Bahkan keduanya meneliti danau Satonda sampai tiga kali. Yaitu pada tahun 1984,1989 dan 1996.

Konon, danau itu terbentuk dari kawah letusan gunung berapi dasar laut ribuan tahun lalu. Kemudian, air laut yang terbawa oleh tsunami dari erupsi Tambora terjebak di sana. Dan terbentuklah sebuah danau air
asin.

Pulau atau gunung Satonda sendiri diperkirakan berusia lebih tua dari Gunung Tambora. Para peneliti meyakini kalau gunung itu terbentuk sebagai bagian dari gunung-gunung parasit yang ada di sekitar Gunung Tambora.

Air yang terdapat di danau tersebut memiliki tingkat kebasaan yang lebih tinggi dibanding air laut pada umumnya. Ini kelebihan lain yang menjadi potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia. Selain itu, wisatawan juga bisa bersantai di Pantai Oi Hodo yang menanti untuk dijamah. Tidak perlu menyebrang, pantai itu masih berada di daratan yang sama dengan Gunung Tambora. Tepatnya di Kabupaten Dompu. Pantai Oi Hodo menawarkan pemandangan yang eksotis. Suasananya sangat sejuk dan tenang.

Pantai itu jadi tempat peristirahatan yang nyaman bagi para wisatawan yang telah berkunjung ke gunung Tambora. Menariknya, di pantai itu berkeliaran sekawanan kerbau yang sedang bersantai di dalam air untuk
mendinginkan tubuh.

Selain deretan pantai indah, Kabupaten Dompu juga memiliki padang savana indah, namanya Doro Ncanga. Pesonanya tak kalah dengan padang savanna di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Bedanya, di Doro Ncanga yang berkeliaran yaitu hewan ternak yang sedang mencari makan. Sedangkan di Baluran, wisatawan disuguhkan kehidupan hewan liar. Menurut Deputi Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI I Gede Pitana, potensi Gunung Tambora sangat luar biasa. Untuk itu Kemenpar memberikan dukungan penuh terhadap Festival Pesona Tambora 2018.

“Pariwisata akan menjadi lebih besar jika didukung dan dibesarkan melalui promosi yang baik. Promosi yang kami lakukan dengan berbagai channel utamanya melalui media digital. Sehingga nanti destinasi
Gunung Tambora akan lebih mendunia lagi,” kata Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sependapat. Menurutnya, seluruh potensi tersebut akan terungkap jika atraksi pariwisata yang ditampilkan dikemas dan dipromosikan dengan baik.

“Jadi event tersebut harus dipromosikan dengan baik. Sehingga dapat mengundang wisatawan datang. Jadwal juga harus diperhatikan. Sehingga wisatawan bisa jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk datang,” kata Menteri asal Banyuwangi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*