Outlook Shell: 2020, Stok LNG Terancam Langka

25100
ESDM Evaluasi Usulan Shell Naikkan Harga BBM

DEN HAAG (INDOPETRO)- Hasil Outlook Tahunan Shell memperkirakan stok gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dunia akan menipis di 2020. Ini dikarenakan oleh pertumbuhan permintaan LNG di pasar global yang meningkat pesat dari 29 juta ton menjadi 293 juta ton pada 2017.

“Hal ini sangat mungkin terjadi kecuali proyek baru produksi LNG segera dilakukan,” kata Direktur Shell Integrated Gas, Maarten Wetselaar, di Den Haag, Senin (26/2/2018).

Jepang tetap menjadi pengimpor LNG terbesar di dunia pada 2017, sementara Tiongkok bergerak ke posisi kedua dikarenakan impor LNG Tiongkok melonjak melebihi Korea Selatan. Total permintaan LNG di Tiongkok mencapai 38 juta ton, hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan dan kebijakan ekonomi yang terus berlanjut untuk mengurangi polusi udara melalui pengalihan batubara ke gas.

“Kami masih melihat permintaan yang signifikan dari importir tradisional di Asia dan Eropa, namun kami juga melihat LNG menyediakan persediaan energi yang fleksibel, andal dan bersih untuk negara-negara lain di seluruh dunia,” kata Maarten Wetselaar, Integrated Gas and New Energies Director di Shell. “Di Asia sendiri, permintaan naik sebesar 17 juta ton. Itu sama seperti hasil produksi LNG di Indonesia pada 2017, sebagai eksportir LNG terbesar kelima di dunia.”

Peran LNG dalam sistem energi global meningkat selama beberapa dekade terakhir. Sejak tahun 2000, jumlah negara yang mengimpor LNG telah meningkat empat kali lipat dan jumlah negara yang memasoknya hampir naik dua kali lipat. Perdagangan LNG meningkat dari 100 juta ton pada tahun 2000 menjadi hampir 300 juta ton pada tahun 2017. Jumlah gas tersebut sangat cukup untuk menghasilkan listrik bagi 575 juta rumah.

Pembeli LNG terus menandatangani kontrak dengan jangka waktu yang lebih pendek dan dengan jumlah yang lebih kecil. Pada 2017, jumlah spot kargo LNG yang terjual mencapai 1.100 untuk pertama kalinya, setara dengan tiga kargo yang dikirim setiap hari. Pertumbuhan ini sebagian besar berasal dari pasokan baru yaitu, Australia dan Amerika Serikat.

Ketidakcocokan persyaratan antara pembeli dan pemasok semakin meningkat. Sebagian besar pemasok masih mencari penjualan LNG jangka panjang untuk mendapatkan sumber pemasukan yang lebih stabil. Namun pembeli LNG semakin menginginkan kontrak yang lebih pendek, lebih kecil dan lebih fleksibel sehingga mereka dapat bersaing lebih baik di pasar energi dan gas hilir mereka sendiri.

Ketidakcocokan tersebut perlu diatasi agar pengembang proyek LNG dapat membuat keputusan investasi akhir yang diperlukan untuk memastikan persediaan bahan bakar ramah lingkungan untuk ekonomi dunia cukup memadai. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*