Naiknya Produksi Minyak AS Turunkan Ekonomi Jepang dan Tiongkok

8100
Tim harga minyak KESDM : Harga ICP April Naik
buzznigeria.com

TOKYO (INDOPETRO)- Turunnya harga minyak, Rabu (28/2), akibat bertambahnya stok dan melesatnya output Amerika Serikat (AS) berdampak pada melemahnya industri Jepang dan Tiongkok.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 32 sen, atau 0.5 persen, menjadi US$62,69 barel. Dilanjutkan dengan turunnya Brent sebesar 25 sen, atau 0.4 persen, di angka US$66,38 per barel.

Menurut trader melambatnya ekonomi Tiongkok akibat turunnya harga minyak global saat ini merupakan yang terendah sejak Juli 2016. Tiongkok merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua dan importir minyak terbesar dunia sejak tahun lalu. Permintaan crude sangat berkorelasi pada pertumbuhan ekonomi.Selain libur pekan Imlek yang mengganggu aktivitas bisnis, trader juga menyayangkan adanya regulasi terkait polusi sisa pembuatan pabrik.

Jepang, negara dengan ekonomi ketiga terbesar dunia, juga mengalami kemerosotan ekonomi. Kali ini menjadi titik terendah bagi Jepang pasca gempa Maret 2011. Dibuktikan dengan turunnya permintaan dan peningkatan cadangan.

Tingginya angka produksi AS telah menekan harga minyak, di saat Organisasi Negara Eksportir Minyak tengah memotong output untuk mendorong harga.

“Ini yang ditakutkan oleh trader, dimana upaya OPEC mengurangi produksi menjadi sia-sia karena tingginya produksi Amerika,” kata analis investasi dari Rivkin Securities Australia, William O’Loughlin, seperti dikutip oleh Reuters.

Produksi minyak mentah AS sudah naik seperlima dari tengah 2016, lebih dari 10 juta barel per hari (bph).

Selasa lalu, Direktur International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, memperkirakan Amerika akan mengambil posisi Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia di 2019. Posisi Arab Saudi sudah diganti sebelumnya sejak tahun lalu. (Gadih)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*