Kaji Holding Migas, Jokowi Panggil Beberapa Menteri

5800
Holding Migas Resmi Berdiri
Foto : sindonews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Presiden Jokowi memanggil sejumlah menteri ke Istana Presiden, Jakarta, Rabu (28/2/2018) untuk mengkaji rencana holding PT. Pertamina (Persero) dan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN).

Menteri yang dipanggil, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Kepala BPKP Ardan Adiperdana

“Beliau (Presiden) meminta informasi yang lebih detail soal keputusan peleburan atau holdingisasi Pertamina dengan PGN,” kata Menkeu Sri Mulyani, usai bertemu Presiden.

Dikatakan oleh Sri, Presiden menanyakan bisnis model, baik Pertamina dan PGN. Presiden ingin melihat apakah bisnis model kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut jika disinergikan akan menguntungkan atau tidak.

“Terutama dari sisi belanja modal agar lebih efisien dan tidak terjadi tumpang tindih dalam investasi. Tentu pada akhirnya bisa melayani masyarakat dengan harga gas yang kompetitif,” katanya.

Selanjutnya, menurut Sri, tujuan pengkajian ini adalah Presiden juga menanyakan neraca keuangan Pertamina dan PGN. Diharapakan pembentukan holding kedua perusahaan itu tidak membuat neraca perdagangannya menjadi merosot.

“Intinya Bapak Presiden mengharapkan keputusan ini betul-betul baik bagi BUMN dalam menyehatkan neraca perdagangannya, memperbaiki tata kelolanya dan menciptakan efisiensi kerja serta tentunya memberikan dampak positif kepada masyarakat,” kata Sri.

Setelah holdingisasi disetujui Presiden, maka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diperkirakan akan dilaksanakan pada April 2018.

Saat ditanya apakah rencana keputusan tersebut menuai resistensi di internal, Sri mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk meredam potensi itu. “Akan dijelaskan oleh Menteri BUMN mengenai langkah-langkahnya, sehingga ini tentu saja resistensi atau pemahaman dua perusahaan itu bisa disatukan,” kata Sri. (Gadih)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*