Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 Pecahkan Rekor Dunia

19400

GARUT (INDOPETRO) – Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 pecahkan rekor dunia. Event yang masuk ke dalam Calender of Event (CoE) 2018 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu memecahkan rekor dunia RHR (Record Holders Republic).

Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 memecahkan rekor dunia Rampak Silat Bambu Runcing dengan jumlah peserta terbanyak. Yaitu 630 pesilat dari Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Bertempat di SOR Ciateul Garut pada Sabtu (24/2), pemecahan rekor itu langsung diberikan oleh pihak RHR.

Hadir dalam acara tersebut PJS Bupati Garut Koesmayadi Tatang, Kepala Disparbud Garut Budi Gan Gan Gumilar dan Kepala Bidang Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan. Kemudian ada Ketua PHRI Jawa Barat Asep Stroberi, Ketua dan Sekjen PPSI Jawa Barat, Ketua PPSI Kabupaten Garut dan tamu undangan lainnya.

Pemecahan rekor tersebut melibatkan 29 perguruan silat dengan durasi rekor 30 menit.  Rampak silat yang dikoordinasi Ketua DPC PPSI Kecamatan Selaawi, Utang Hermawan tersebut merupakan rampak terbesar yang pernah ada di dunia. Wawan Gunawan mengatakan, pemecahan rekor ini sebagai upaya dalam rangka fasilitasi dan pemberdayaan masyarakat serta pemajuan Kebudayaan sesuai amanat UU No. 5 thn 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Pemecahan rekor itu persembahkan untuk Garut yang merayakan Hari Jadi ke-205. Ini juga sangat baik untuk Garut sebagai bagian atraksi yang dimiliki Garut. Atraksi itu harus dijaga agar wisatawan yang datang ke Garut bisa punya banyak pilihan,” kata Wawan.

Sertifikat RHR diserahkan Indonesia Vice President of RHR Lia Mutisari. Dalam sambutannya, Lia menyatakan sangat mengapresiasi keelokan budaya lokal Kabupaten Garut. “Kami harap kegiatan itu dapat membuat masyarakat lebih mencintai budaya lokal dan melestarikannya. Saya pun berharap Garut dapat menciptakan prestasi lain, khususnya di bidang rekor tingkat dunia,” kata Lia.

Asep Stroberi menambahkan, ke depan pria yang juga sebagai pengusaha di bidang kuliner nasional itu akan ikut menjaga budaya silat Garut agar tidak tergerus jaman. “Salah satunya kami siap menjadi bapak angkat agar tradisi budaya garut terus terjaga. Apa yang selalu ditegaskan Menteri Pariwisata Arief Yahya, sebuah destinasi itu harus memiliki Atraksi, Amenitas dan Akses yang baik agar bisa terus mendatangkan wisatawan. Rampak Silat Bambu Runcing itu juga bagian dari atraksi unggulan di Garut,” kata Asep.

Ke-29 paguron yang terlibat dalam rampak tersebut semuanya berasal dari Selaawi. Itu menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat komponen paguron dan mempersatukan paguron-paguron yang ada dalam kebersamaan. “Selamat untuk garut. Atraksi itu yang harus terjaga dan terus ditingkatkan. Karena pariwisata itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” kata Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*