SKK Migas Berikan Atensi Khusus pada Pertamina

18500
SKK Migas : Kebakaran Sumur Minyak Aceh Timur Bukan dari Pertamina EP
Foto: editor.id

JAKARTA (INDOPETRO)- Pengelolaan blok minyak dan gas bumi (Migas) eksisting yang dikelola PT Pertamina (Persero) mengalami penurunan. Walaupun demikian pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap memberi perhatian pada perusahaan plat merah ini. Apa saja bentuk perhatiannya?

“Kami memberikan atensi khusus pada Pertamina. Atensi khusus bagaimana Pertamina bisa lebih cepat dalam melakukan pengembangan,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, Selasa (27/2/2018) di Jakarta. Misalnya dengan melakukan percepatan prosesnya.

Dia juga menyatakan bahwa dalam catatan SKK Migas, laju penurunannya cukup berat untuk dinaikkan. Untuk itu, Wisnu mengatakan, “Kita juga menugaskan khusus analis senior kami untuk memperhatikan Pertamina dan lain sebagainya”.

Menurutnya, SKK Migas secara konkrit juga mensupport Pertamina untuk bisa menaikkan profil produksi dari blok eksisting yang sekarang dikelola. Wisnu juga mengungkapkan biaya produksi minyak Pertamina pada tahun lalu berkisar di atas US$ 20 per barel. “Rata-rata nasional sekitar US$ 18-19 per barel,” kata Wisnu.

Sebagai catatan, selama 2017, produksi migas Pertamina hanya 253 mmboepd atau 96% dari target dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP). Realisasi produksi migas tersebut terdiri atas 77.200 bph produksi minyak atau 91% dari target dan 1.018 MMscfd gas yang mencapai 98% dari RKAP.

Pertamina Asset 2, unit bisnis Pertamina, memberi kontribusi migas terbesar. Sepanjang 2017, Pertamina Asset 2 yang terdiri atas empat lapangan, yaitu Prabumulih, Limau, Adera, dan Pendopo, memberikan kontribusi minyak bagi Pertamina sebesar 22,5% atau 17.394 bph. Sedangkan produksi gas memberi kontribusi 42,6% atau sebesar 433,90 MMscfd. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*