Ide Holding Migas Belum Sentuh Grand Design Bisnis

25400
Holding Migas Resmi Berdiri
Foto : sindonews.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Gagasan pembentukan holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas bumi (migas) dinilai belum jelas visi-misinya. Mengapa disebut belum jelas?

“Ide tersebut hingga kini masih belum jelas, apakah hanya akan fokus di Migas saja, atau fokus di bisnis energi. Kita tahu bahwa bisnis migas ini tidak sustained,” kata
Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) sekaligus Board Publish What You Pay (PWYP) Indonesia pada sejumlah media, Senin (26/2/2018) di Jakarta.

Dia menyampaikan, pemerintah masih fokus pada proses pembentukkan holding BUMN Migas, namun belum menyentuh grand design bisnisnya.

Sementara itu, dalam Revisi UU Migas yang tengah dibahas oleh DPR disebutkan kelembagaan migas kedepan adalah Badan Usaha Khusus (BUK), yang merupakan penyelenggara kegiatan usaha hulu dan hilir migas yang bertanggung jawab langsung kepada DPR. Dimana strutur BUK merupakan peleburan antara seluruh BUMN di sektor migas, dan badan pelaksana hulu dan hilir migas.

Sementara itu, Aryanto Nugroho, Manajer Advokasi dan Jaringan PWYP Indonesia menerangkan bahwa kini Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sedang melakukan harmonisasi draft Revisi UU Migas dan Revisi UU BUMN yang mengatur kelembagaan migas tersebut. Sayangnya belum ada kejelasan tentang sinkronisasi antara holding migas yang sudah terbentuk dengan Badan Usaha Khusus yang diusulkan melalui Revisi UU Migas. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*