Bahrain Pangkas Subsidi BBM

24500
Subsidi Energi Capai Rp 323 Triliun
Foto : parstoday.com

MANAMA (INDOPETRO)- Pemerintah Bahrain merencanakan untuk kembali mengurangi subsidi atas Bahan Bakar Minyak (BBM), makanan, dan jasa. Disamping itu, akan memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) akhir 2018. Regulasi tersebut diambil seiring belum stabilnya harga minyak mentah di pasar global.

“Kami akan memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) akhir tahun ini.
Kami juga akan bekerja dengan parlemen mengenai VAT agar segala sesuatunya bisa siap akhir 2018,” kata Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. Syekh Ahmad saat memberikan sambutan dalam sebuah konferensi soal investasi di Ibu Kota Manama, Bahrain, seperti disinyalir Reuters, Senin (26/2/2018).

Bahrain, Kuwait, dan Oan tadinya berencana menerapkan VAT sebesar lima persen atas beragam barang dan jasa mulai 1 Januari tahun ini, seperti dilakukan oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Namun ketiga negara itu menunda pemberlakukan VAT sampai 2019.

VAT merupakan salah satu upaya dilakukan negara-negara Arab Teluk buat mengatasi defisit, akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*