Dukung Pariwisata, Angkasa Pura I Kembangkan CDD dan Insentif

8600

JAKARTA (INDOPETRO) – Indonesia incorporated ditiupkan PT. Angkasa Pura I bagi pariwisata. Support besarnya berupa Collaboration Destination Development (CDD) hingga insentif landing fee.

Konsep CDD akan digulirkan di sepuluh kota. Sedangkan program insentif diberikan bagi rute baru maskapai di beberapa bandara. “Kami berkomitmen penuh mendukung pariwisata Indonesia. Program CDD ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata daerah,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura (AP) I, Devy Suradji.

Program CDD pada hakikatnya serupa dengan focus group discussion. Forum itu akan melibatkan stakeholder pariwisata di sepuluh kota. CDD akan digulirkan di Surabaya, Solo, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar.

CDD juga akan digulirkan di kota lain seperti Lombok, Kupang, Manado, Ambon hingga Biak. “Program CDD itu sangat ideal bagi pariwisata daerah. Tahapan pelaksanaan dan sasaran yang dituju sangat jelas,” kata Devy menambahkan.

Ada tiga tahapan program CDD yang disiapkan AP I. Program itu dimulai dengan penguatan awareness industri pariwisata. Langkah berikutnya mengumpulkan para stakeholder. Saat bertemu, penguatan partisipasi kerja bersama dilakukan. Terakhir, strategi hardselling digulirkan dengan disertai evaluasi.

Mendukung aksi tersebut, AP I sudah menyiapkan formulasi integrated marketing campaign. Beberapa event besar internasional di tanah air menjadi bidikannya. Ada panggung IMF World Bank Annual Meeting Bali pada Oktober mendatang. Moment Torch Relay Asian Games 2018 di Yogyakarta-Solo-Semarang, Agustus. Kemudian International Council of Woman hingga General Assembly di Yogyakarta pada September.

“Sinergi antar elemen harus dikuatkan. Event-event tersebut harus dioptimalkan dan didayagunakan. Tujuannya, untuk mengangkat semua potensi pariwisata yang dimiliki daerah. Dengan begitu, jumlah kunjungan wisman akan terus tumbuh,” kata Devy melanjutkan.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mena, untuk menguatkan konsep CDD, AP I juga menggulirkan program insentif landing fee. AP I memiliki banyak program bagus bagi pariwisata. Selain CDD, program insentif ini juga terus dilakukan.

“Harapannya, bisnis maskapai bisa terbantu. Jika tumbuh, daerah juga yang merasakan manfaatnya seiring terus bertambahnya wisatawan,” kata Faik.

Konsep insentif landing fee berlaku bagi maskapai yang membuka rute baru di bandara-bandara milik AP I. Insentif full berupa bebas landing fee akan diterapkan pada tiga bandara. Yaitu Bandara El Tari (Kupang), Bandara Pattimura (Ambon), hingga Bandara Frans Kaisiepo (Biak). Durasi waktu bebas landing fee ini akan diberikan selama enam bulan.

“Peningkatan lalu lintas udara harus ditingkatkan di wilayah tersebut. Insentif bebas landing fee ini diharapan mampu menarik minat maskapai untuk membuka rute baru. Sebab, potensi destinasi wisata di daerah tersebut sangat besar,” kata Faik menambahkan.

Trafik wisatawan pada tiga bandara tersebut memang rendah. Jumlahnya kurang dari dua juta wisatawan per tahun. Treatment insentif serupa juga berlaku bagi bandara lain di bawah AP I. Bila ada maskapai yang membuka rute baru, maka diberikan diskon landing fee sebesar 50 persen. Fasilitas ini juga berlaku selama enam bulan.

“Potensi value semua bandara pada perinsipnya harus ditingkatkan. AP I juga memberi kemudahan lain bagi maskapai yang terus membuka rute baru,” kata Faik melanjutkan.

Selain landing fee, AP I juga memberikan insentif dalam bentuk lainnya. Maskapai yang membuka rute baru bebas biaya promosi di bandara selama satu bulan penuh. Maskapai juga bebas biaya inagurasi, selain insentif untuk menstimulus pertumbuhan penumpang.

Pertumbuhan penumpang menjadi target utama AP I untuk mendukung pertumbuhan pariwisata. AP I mempunyai modal bagus untuk itu. Buktinya, kunjungan wisman di 13 bandara yang dikelola AP I, tumbuh sangat positif sepanjang 2017.

Pertumbuhan enam persen dengan angka riil 89,7 juta wisatawan. Jumlah itu surplus lima juta dari 2016. Sebanding arus wisatawan, frekuensi flight juga naik 3,5 persen dengan total 791.494 penerbangan. Angkanya surplus 26.956 flight dari 2016.

Kebijakan AP I mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Penambahan rute baru pesawat sangat dibutuhkan. Pemberian insentif ini sangat kompetitif dan bagus bagi bisnis maskapai.

“Baik maskapai nasional maupun internasional pasti akan tertarik. Sebab, potensi pariwisata yang dimiliki daerah sangat besar. Potensi untuk terus tumbuh ke depan juga sangat besar. Regulasi AP I ini sangat brilian,” kata Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*