Regulasi Sub Penyalur BBM Disusun

27500
Ada Lonjakan Distribusi BBM saat Iedul Fitri
Foto : merdeka.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) saat ini tengah menyusun aturan mengenai sub penyalur. Pasalnya, tidak semua masyarakat dapat dengan mudah memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Di daerah-daerah yang termasuk remote, jarak dari lembaga penyalur ke masyarakat dapat meliputi daerah yang luas.

“Kalau bisa ada lagi (lembaga penyalur). Ini yang sedang kita usahakan,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial, Jumat (23/2/2018) di Jakarta. Ini merupakan bagian dari rancangan Peraturan Menteri ESDM mengenai Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas dan Liquified Petroleum Gas.

Rancangan aturan ini merupakan penggabungan Peraturan MESDM Nomor 16 Tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak dan Peraturan MESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.

Ego juga menyatakan bahwa hal tersebut juga untuk mempermudah masyarakat memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berencana akan memperbanyak lembaga penyalur, terutama untuk daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T).

“Kita ingin memperbanyak lembaga penyalur. Artinya desa-desa yang remote, terutama (untuk) di daerah 3T,” ujarnya.

Sebab, kata Ego, tidak semua masyarakat dapat dengan mudah memperoleh BBM. Di daerah-daerah yang termasuk remote, jarak dari lembaga penyalur ke masyarakat dapat meliputi daerah yang luas. “Kalau bisa ada lagi (lembaga penyalur). Ini yang sedang kita usahakan,” tambahnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*