Penggunaan Kapal Diesel Turki Bebani PLN

22000
Berhasil Terbitkan Global Bond 2019, PLN Terbukti Masih Laku Peminat
foto : jobs-like.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Pengusaha menyarankan agar pemerintah menghentikan pembelian Kapal Listrik atau Mobile PowerPlant (MPP). Yang ada pun mesti dikurangi, sebab Kapal yang berasal dari Turki tersebut berbahan bakar diesel dan sangat mahal.

“Pemerintah harus menghentikan niat PLN menambah MPP. Malah mesti dikurangi. Sebab sangat boros, sementara harga energi primer makin mahal,” kata Ketua Umum Asosiasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (APLTMH) Riza Husni di Jakarta hari ini.

Penggunaan MPP menurut Riza sangat memberatkan keuangan PT PLN (Persero). Sementara PLN terus membangun pembangkitnya sendiri. Di sisi lain, ujar Riza, ancaman kenaikkan harga minyak sudah didepan mata. “Kalau sudah begini, yang diberatkan bebannya nanti IPP (independent power producer) atau konsumen. Padahal, PLN agresif menambah pembangkit energi fosil selama ini,” imbuh dia. Riza menambahkan, selain boros solar, sewa Kapal Turki juga ini sangat memberatkan keuangan PT PLN.

Sebagai catatan, empat kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dikontrak Indonesia dari perusahaan Karpowership Turki.

Menurut Koordinator Pengembangan Bisnis Karpowership Group Sibel Yucel di Istanbul, Turki (29 September 2016), dua kapal pembangkit berkapasitas terpasang masing-masing 110 megawatt.

Dua kapal itu dirakit di Galangan Kapal Hatzan, Yelova, Istanbul. Keduanya diberi nama Yasin Bey Karpowership dan Gokhan Bey Karpowership yang ditempatkan di Ambon dan Lombok.

Kapal pembangkit listrik terbesar yang dipesan Indonesia berukuran panjang 300 meter dengan kapasitas terpasang 470 megawatt ditempatkan di Belawan, Medan.

Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak pembelian listrik dari Karpowership untuk lima titik distribusi, yaitu Belawan, Mataram, Ambon, Kupang, dan yang sudah beroperasi di Amurang, Sulawesi Utara. Harga beli listrik yang disekapati Rp 1.850 per KWh.

Pembangkit apung itu disewa PLN selama jangka waktu lima tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik karena banyak daerah mengalami defisit listrik.

Kapal pembangkit itu bisa memasok listrik selama lima tahun tanpa henti karena mempunyai turbin di atas sepuluh unit dan hanya memasok sekitar 80 persen dari kapasitas terpasang. Keunggulan pembangkit buatan Turki itu bisa beroperasi selama dengan dua bahan bakar, yaitu jenis heavy fuel oil dan gas, serta memiliki titik interkoneksi di sisi tegangan tinggi, 70 kV/150 kV. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*