Kunjungan Wisman Selandia Baru akan Digenjot

26700

JAKARTA (INDOPETRO) – Dengan jarak yang relatif dekat, wisatawan asal Selandia Baru merupakan pasar yang menjanjikan. Maka dari itu, jumlah kunjungan wisatawan asal negara tetangga Australia itu akan digenjot.

Perkembangan wisatawan menjadi salah satu topik pembicaraan antara Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Menurut Tantowi, sepanjang 2016 jumlah wisatawan Selandia Baru ke Indonesia mencapai 100.000 orang. Angka tersebut naik 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tantowi menambahkan, KBRI Wellington berkomitmen untuk terus melakukan upaya meningkatkan jumlah wisman Selandia Baru ke Indonesia. “Penduduk New Zealand itu hanya 4,6 juta. Tapi, yang berpergian setiap tahun mencapai 2,5 juta orang. Saya rasa tidak ada negara di dunia ini yang penduduknya itu 50 persen bepergian setiap tahun,” kata Tantowi.

Sayangnya, dari 2,5 juta itu Indonesia hanya dapat 100 ribu tiap tahunnya. Sedangkan China itu bisa satu juta. Kemudian Malaysia 300 ribu lebih, Thailand 200 ribu lebih. Menurut Tantowi, diperlukan kerja sama pariwisata untuk meningkatkan volume kunjungan tersebut. Satu halangan yang harus diselesaikan yaitu konektivitas. Penerbangan langsung dari Selandia ke Indonesia harus tersedia.

Dalam kesempatan itu, Tantowi juga memaparkan peluang investor asing masuk ke Indonesia. Salah satu koperasi terbesar di Selandia Baru sudah ada di Indonesia yakni Fonterra. “Namun kami sedang berupaya agar ada investor masuk, misalnya untuk perhotelan atau yang lain,” kata penggemar musik country menambahkan.

Menpar Arief Yahya setuju jika konektivitas menjadi kunci peningkatan kunjungan wisatawan. Masalah konektivitas akan teratasi dengan hadirnya rute baru pada Juni 2018. Rute tersebut yaitu Auckland-Bali-Dubai PP 3x seminggu dengan maskapai Emirates.

Rute baru itu akan mendukung penerbangan yang telah ada sebelumnya. “Penerbangan musiman, maskapai Air New Zealand dari Auckland ke Denpasar, terbukti meningkatkan jumlah wisman. Penerbangan musiman itu kursinya selalu terisi penuh,” kata Arief.

Ia menambahkan, setiap tahun lebih dari separuh warga Selandia Baru berpergian ke luar negeri. Untuk jarak pendek, tujuannya adalah Australia dan negara-negara di Pasifik Selatan.

Untuk jarak jauhnya, mereka ke Amerika, Eropa dan Asia. Di Asia, China masih menjadi primadona. Untuk ASEAN, negara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia berada di urutan atas. Indonesia harus bisa menjadi pilihan warga Selandia Baru untuk dikunjungi,” kata menteri asal Banyuwangi menambahkan

Upaya promosi juga terus dilakukan. Di antaranya dengan memanfaatkan Tourism, Trade and Investment (TTI) Pacific Expo 2019 di Auckland. Rencananya, event ini akan dikerjakan secara bersama dengan KBRI Wellington, Kemendag, Kemenpar dan BKPM. “Harus ada bentuk nyata Indonesia Incorporated untuk memajukan TTI Indonesia. Semua harus bergandengan tangan untuk kemajuan bersama,” kata Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*