Bila Harga Terjangkau, Menteri ESDM Support EBT

30200
Menteri Jonan Anggap Cost Recovery Sangat Ketinggalan Zaman
Foto : Istimewa

JAKARTA (INDOPETRO)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung investasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), dengan syarat harganya terjangkau bagi masyarakat. Dengan harga yang terjangkau maka keadilan akan terwujud. Hal ini ditegaskan oleh Jonan saat menjadi pembicara kunci acara Renewable Innovation Forum: Sustainable Off-Grid Electrification and Renewable Energy Opportunities in Indonesia, Kamis (22/2/2018) di Jakarta.

Jonan menerangkan hal tersebut seraya menggambarkan kehidupan masyarakat Desa Aou, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Asmat, Papua yang baru saja mendapatkan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari pemerintah. Menurutnya, sebagian masyarakat mungkin belum pernah mengalami kehidupan sebagaimana yang dialami masyarakat di Asmat, yang terletak di wilayah di timur Indonesia dan baru menikmati penerangan. Dengan kondisi seperti itu, bagi Jonan wujud keadilan adalah tidak hanya energi yang tersedia dengan baik, namun harganya juga harus terjangkau.

“Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi kita bahwa EBT juga terjangkau bagi masyarakat yang hidup seperti masyarakat Asmat. Sehingga jika investor ingin berbisnis di Indonesia, anda harus memastikan bahwa apapun yang anda jual, harganya harus terjangkau. Pada akhirnya, tarif listrik kepada masyarakat harus terjangkau,” tandasnya.

Pembangunan pembangkit di pulau-pulau kecil serta daerah perbatasan adalah dengan memanfaatkan potensi energi yang ada di wilayahnya. Untuk itu Jonan mendorong agar investor dapat mengembangkan listrik yang bersumber dari EBT setempat, mengingat banyak pulau-pulau di Indonesia yang tidak dapat terintegrasi dengan jaringan kelistrikan. “Dan memang harus off grid. Jika anda bepergian ke wilayah timur Indonesia, saya rasa mereka tidak memiliki jaringan kelistrikan kepulauan atau jaringan yang terintegrasi. Harus off grid,” terang Jonan.

Dalam kesempatan ini juga Jonan mengungkapkan bahwa pencapaian pemerintah di bidang EBT sangat menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan telah ditandatanginya 70 perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sepanjang tahun 2017.

Lebih Jonan mengutarakan bagaimana PLT Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat, demikian juga dengan PLTB Jeneponto serta PLTB Tanah Laut di Kalimantan Selatan.

Selain itu, di Indonesia juga masih terdapat sekitar dua ribu desa yang belum terlistriki, sementara delapan ribu desa lainnya belum mendapatkan penerangan secara penuh. “Jadi bagi yang ingin berbisnis (di sektor ketenagalistrikan), silahkan lihat peluang ini,” ujar Jonan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*