Menpar dan DeRegent Bahas Pengembangan Tourist Information Center

20600

JAKARTA (INDOPETRO) – Sejumlah bandara di Indonesia, akan dilengkapi Tourist Information Center (TIC). Hal tersebut diketahui saat Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima audiensi tim DeRegent di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Saat ini, TIC berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan. Nantinya TIC akan dikembangkan sebagai pengumpul data. Dalam pertemuan itu, Arief Yahya didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Zona 1 I Gde Pitana, Stafsus bidang Aksesibilitas Udara Judi Rifajantoro, Stafsus Bidang Komunikasi Don Kardono dan Stafsus Bidang IT Sam Sriono.

Sedangkan tim DeRegent yang hadir antara lain Komisaris Utama Freddy Herman Tulung, Komisaris Akhmad Kusaeni, Direktur Utama Syamsudin Hadi Sutarto dan Direktur R. Ahmed Kurnia Soeriawidjaja. Menurut Arief, TIC sudah ada di Terminal 3 Kedatangan dan Domestik Bandar Soekarno-Hatta. TIC yang sudah berdiri secara fisik akan dikoneksikan dengan aplikasi Look Book Pay. Atau semacam aplikasi Traveloka.

“TIC akan mengintegrasikan jaringan sosial media (Facebook, Twitter, Instagram) sebagai Pusat Informasi Wisatawan, agar bisa segera diakses,” kata Arief.

Berdasarkan data sementara, wisatawan yang menggunakan TIC periode 20 Juni sampai 11 Oktober 2017 sebanyak 10.258 pengunjung. Sedangkan jumlah pertanyaan mencapai 10.307 buah. Rata rata kunjungan di TIC 150, domestik 90 dan internasional 60. 28 persen Pertanyaan mengenai flight, 21 persen transportasi, 21 persen fasilitas, 12 persen destinasi, sembilan persen telekomunikasi, tujuh persen Hospitality dan dua persen lain-lain.

Menurut Menpar, TIC yang dikelola serius bisa menjadi tourism supermall. Sebab, wisman bisa mendapat informasi mengenai atraksi wisata, transportasi, akomodasi dan sebagainya. Mereka bisa langsung melakukan reservasi dan pembayaran untuk pengalaman wisata yang lebih baik

Judi Rifajantoro menambahkan, pembangunan fisik TIC akan diserahkan kepada pemerintah daerah atau pelaku usaha. Sedangkan media atau kontennya menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata.

Tidak hanya di Jakarta. DeRegent akan membuka TIC khusus di bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang, dan di Mall Sarinah. TIC di Sumatera Selatan untuk mendukung Asian Games 2018. Pembangunan ditargetkan selesai dan siap digunakan tahun ini juga.

“Proyek percontohannya sudah bisa dilihat di Bandara Soekarno-Hatta. Pelayanan TIC di bandara ini semua gratis. Termasuk minuman dan makanan ringan bantuan dari para sponsor. Untuk TIC di Palembang, Pengelolaannya sama dengan di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Judi.

Sumatera Selatan dinilai mempunyai SDM yang banyak dan qualified. Ada 600 mahasiswa Poltek Pariwisata yang mampu menguasai bahasa asing. Selain itu, DeRegent juga berkomitmen untuk mengembangkan TIC di 10 bandara lain di Indonesia.

Judi juga menjelaskan pengembangan TIC di Mall Sarinah. “Untuk lokasi di Mall Sarinah, tidak hanya TIC Mobile saja yang beroperasi. Food truck juga akan dioperasikan,” kata Judi. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun TIC. Yakni lokasi, sumber daya manusia, dan konten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*