Tanggapi Kebakaran, BRG Perbanyak Posko dan Infrastruktur Pembasahan

29200

JAKARTA (INDOPETRO) – Titik api yang mulai bermunculan dan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera segera ditanggapi Badan Restorasi Gambut (BRG).

BRG yang mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di tujuh provinsi itu sudah melakukan koordinasi. Yaitu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Satgas Karhulta Provinsi untuk mendukung upaya reaksi cepat mencegah kebakaran di lokasi target restorasi gambut.

Kepala BRG Nazir Foead menjelaskan, tiga langkah utama akan diambil BRG terkait dengan kebakaran itu. “Yang pertama kami melakukan pendataan ulang pada areal rawan terbakar di wilayah target restorasi gambut. Secara periodik kami mengamati keberadaan titik api dan tinggi muka air di lahan gambut,” kata Nazir Foead.

Upaya kedua yang siap dilakukan BRG yaitu membentuk posko pemantauan dan patroli kebakaran di desa-desa gambut rawan kebakaran. “Posko yang kami bentuk diutamakan di wilayah yang belum ada posko serupa. Keberadaan Posko itu berbasis pada masyarakat setempat,” kata Nazir menambahkan.

Untuk pencegahan kebakaran, kegiatan pembasahan gambut  ditingkatkan dan diperluas. Ini menjadi aksi ketiga yang dilakukan  BRG menghadapi  kebakaran. Dalam sepekan ke depan, BRG mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pembasahan di lokasi rawan terbakar saat ini dan perbaikan infrastruktur yang telah ada.

Koordinasi dengan Satgas Karhutla di setiap provinsi terus dilakukan. BRG telah menugaskan dua deputi untuk menjalankan koordinasi itu sekaligus memimpin pelaksanaan tiga aksi utama untuk merespon kebakaran.

“Untuk kegiatan di Sumatera ditugaskan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan. Sedangkan untuk kegiatan di Kalimantan kami tugaskan Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaam,” kata Nazir mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*