KESDM Lebih Efisien, Potong Regulasi Hambat Investasi

20900
Pengamat Sayangkan Sikap Wamen ESDM Tegur Panitia IPA Convex 2018
Foto : merdeka.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) terus berbenah, menjadi lebih efisien dan profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Hal ini ditunjukkan dengan memangkas peraturan-peraturan yang menghambat investasi dan bukan merupakan bagian dari key performance indicator (KPI) KESDM. Investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih baik harus terus ditumbuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemangkasan regulasi yang menghambat investasi merupakan langkah strategis KESDM sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka mendorong investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih baik. “Kita di Kementerian ESDM akan memangkas peraturan-peraturan yang tidak memberikan added value kepada bisnis proses, akan kita potong. Kita di Kementerian akan memberikan kemudahan dalam berinvestasi kepada investor,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar, Rabu (21/2/2018) di KESDM, Jakarta.

“Kementerian ini akan slice out, streamlining peraturan-peraturan yang tidak memberi added value kepada bisnis proses, nanti yang kita jaga adalah pasal 33 Undang-Undang 1945, we are the guardian of the public interests that’s all, not other people interest, its public interest,” tegas Arcandra.

‎Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementrian ESDM, Ego Syahrial mengatakan setidaknya terdapat 40 peraturan di sektor ESDM yang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Peraturan yang tidak relevan tersebut akan dihapus.

Dia mengatakan, Kementrian ESDM selektif dalam menyederhanakan peraturan sehingga bisa mempermudah investasi.‎ “Kami bekerja keras menyeleksi peraturan yang tidak relevan dan memberatkan dunia usaha,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*