Kemenpar Promosi Seni Budaya Tanah Air di Indonesian Cultural Days (ICD) 2018 Taiwan

30100

JAKARTA (INDOPETRO) – Kemenpar akan mempromosikan destinasi unggulan Tanah Air dalam Indonesian Cultural Days (ICD) 2018. Ajang tersebut akan digelar di Kampus National Central University, Taiwan pada 7-8 Maret mendatang.

Wisman Cina masih menjadi bidikan utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Seperti Taiwan yang akan menjadi tempat promosi destinasi unggulan, dalam acara Indonesian Cultural Days (ICD) 2018.

Tidak hanya itu, suguhan seni budaya serta keindahan Indonesia juga akan ditampilkan di ICD. Acara itu merupakan hasil kerja sama Kemenpar dengan Persatuan Pelajar Indonesia di National Central University (PPI NCU) di Kota Taoyuan. Tepatnya di Zhongli Distrik, Taiwan.

Kegiatan itu dibalut dalam tema ‘Beautiful Culture From Indonesia For Formosa’. Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana menjelaskan, pemerintah sangat mendukung upaya mempromosikan Wonderful Indonesia kepada publik Taiwan. Terlebih Taiwan merupakan salah satu fokus pasar pariwisata Indonesia.

“Ajang itu menjadi peluang emas bagi pemuda Indonesia. Terutama untuk menampilkan kecantikan budaya dan tradisi Wonderful Indonesia. Semuanya akan dikemas secara apik, meliputi pertunjukan seni, tarian, teater, pertunjukan musik, dan kuliner,” kata Pitana di Jakarta pada Senin (19/2/2018).

ICD 2018 diharapkan bisa membuat publik Taiwan lebih mengenal Indonesia. Targetnya, jumlah kunjungan wisatawan asal Taiwan dapat meningkat. Kemenpar akan membuat masyarakat Taiwan yang datang ke ICD 2018 merasa seperti berada di Indonesia.

Plt Asisten Deputi Zona II Regional III Kemenpar Rizki Handayani menambahkan, kegiatan itu merupakan ajang untuk menunjukkan besarnya kebudayaan dan keberagaman Indonesia. Acara di ICD 2018 akan dikemas dalam berbagai keindahan dan keberagaman nusantara. Atraksi yang ditampilkan yaitu teater seni drama, tari, suara, maupun pameran kebudayaan dan pameran makanan khas Indonesia.

“Dari tahun ke tahun, pengunjung kegiatan ICD selalu meningkat. Target peserta yang hadir pada ICD 2018 yaitu seribu pengunjung. Jumlah itu terdiri dari berbagai kalangan. Seperti mahasiswa Indonesia di Taiwan, mahasiswa Taiwan, mahasiswa internasional, serta masyarakat umum,” ujar Rizki.

Ketua Pelaksana ICD 2018 Riyan Benny Sukmara mengatakan, ICD memasuki pelaksanaan tahun kelima. ICD selalu menjadi acara kebudayaan manca negara yang terbesar di NCU. Kegiatan ini mendapat respons positif serta berhasil menarik antusiasme warga lokal.

Pada ICD 2018, panita akan menampilkan beberapa kesenian saat parade. Seperti kesenian Reog Ponorogo, tarian sambutan Tapak Sirih, pawai gamelan dan tari tradisional. “Kami juga libatkan para wisatawan mancanegara. Nantinya mereka akan ikut arak-arakan mengenakan pakaian adat tradisional Indonesia,” kata Riyan.

Selain itu, akan ada pameran yang menampilkan berbagai macam kebudayaan Indonesia. Seperti rumah adat, baju adat, juga benda-benda bersejarah yang dibagi ke dalam lima booth. Permainan tradisional, pementasan tarian, serta lagu daerah, ikut ditampilkan untuk menarik minat pengunjung.

“Pengunjung yang suka teater bisa menikmati drama dengan lakon ‘Legenda Danau Toba’. Bagi yang kangen dan jarang melihat tarian khas indonesia. Kami juga akan menampilkan berbagai jenis tarian mulai dari Tari Bali, Tari Melayu, Tari Dayak, Tari Tor Tor, Tari Jawa,” kata Riyan menambahkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik penyelenggaraan Indonesian Cultural Days 2018. Menurutnya, promosi Wonderful Indonesia dalam kegiatan itu sangat penting. Sebab, sejumlah faktor pendukung bisa ditampilkan untuk menarik wisatawan Taiwan ke Indonesia.

“Taiwan termasuk Great China. Saat ini Great China menjadi fokus utama pasar pariwisata Indonesia. Great China meliputi Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan. Taiwan memang merupakan salah satu pasar potensial,” kata Menpar.

Berdasarkan data International Luxury Travel Market Asia (ILTMA), wisatawan dari Great China menduduki ranking pertama di pasar belanja global. ILTMA mencatat rata-rata wisatawan Tiongkok membelanjakan uang hingga 1.139 Dolar AS per perjalanan atau setara Rp 15 juta.

Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan yang besar dari negara-negara Great China di tahun ini. Cina ditargetkan bisa menyumbang wisman sebanyak 2.037.000 orang, Taiwan sebanyak 284 ribu dan Hong Kong 132 ribu.

Adanya penerbangan langsung Taiwan-Jakarta yang dilayani Eva Air, China Airlines dan AirAsia diharapkan turut mendongkrak kunjungan wisatawan Taiwan. “Koneksivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke objek wisata unggulan di tanah air menjadi fokus kami untuk segera ditingkatkan,” kata Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*