Dukungan untuk Karina Nadila di Miss Supranational 2018 Terus Mengalir

28400

JAKARTA (INDOPETRO) – Miss Supranational 2017 asal Korea Selatan Jenny Kim meminta Menteri Pariwisata Arief Yahya, agar mendukung Karina Nadila Niab di ajang Miss Supranational 2018. Karina Nadila Niab merupakan Miss Pariwisata Indonesia 2017.

Permintaan itu disampaikan langsung Jenny Kim saat beraudiensi dengan Menpar pada Senin (19/2/2018). Audiensi dilakukan Jenny bersama Yayasan Putri Indonesia (YPI). Jenny Kim merupakan mahasiswa Universitas Ewha, Korea Selatan. Namun, ia pernah tinggal di Indonesia. Menurutnya, Karina punya potensi memenangkan kompetisi yang diikuti lebih dari 80 negara itu.

“Latar belakang Karina Nadila Niab sebagai Miss Pariwisata Indonesia sangat strategis. Akan menguntungkan saat mewakili Indonesia dalam ajang Miss Supranational,” ujar Jenny.

Menurut Jenny, Karina merupakan sosok yang supel, berbakat dan berambisi. Keberhasilannya masuk dalam kontes Miss Supranational memiliki banyak manfaat. Karina bisa turut mengenalkan dan memajukan komoditas-komoditas ekspor Indonesia. Yang tidak kalah pentingnya yaitu mengenalkan budaya dan pariwisata Indonesia. Karina menyatakan siap mempromosikan destinasi Indonesia. Ia pun terus berlatih mendeskripsikan Wonderful Indonesia agar lebih lancar.

“Indonesia itu indah. Indonesia itu kaya budaya. Kulinernya juga sangat lezat. Saya akan terus mendorong masyarakat internasional datang ke Indonesia untuk membuktikannya,” kata Karina.

Selain Jenny Kim dan Karina, audiensi itu juga dihadiri Ketua Dewan Pembina YPI, Putri Kus Wisnu Wardhani. Turut mendampingi, Wardiman Djojonegoro dan Angkasa Mega. Putri Kus Wisnu Wardhani mengatakan, YPI saat ini memegang lisensi untuk mengikuti empat kompetisi ajang kecantikan kelas dunia. Selain Miss Supranational, Yayasan Puteri Indonesia juga menjadi ‘agen’ untuk kompetisi Miss Universe, Miss International dan Miss Grand International.

Indonesia pertama kali mengikuti ajang kecantikan itu pada tahun 2013. Kala itu Indonesia mengirimkan Putri Indonesia Pariwisata 2013 Cok Istri Krinanda untuk berlaga dan berhasil memperoleh gelar runner-up ke-3. Sementara Angkasa Mega menambahkan, penilaian Miss Supranational tidak banyak berbeda dengan ajang kecantikan dunia lain. Ajang itu tetap mengedepankan kecantikan, kepintaran dan keanggunan sikap.

“Namun, Miss Supranational banyak menggali bakat peserta seperti dalam hal berakting. Penilaian yang diperoleh itu merupakan hasil akumulasi dari sejak karantina hingga malam grand final,” kata Mega.

Dukungan penuh disampaikan Menpar Arief Yahya. Menurutnya, keikutsertaan Karina menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan Indonesia di mata dunia. Sebab, Indonesia memiliki ragam keindahan alam dan budaya serta keramahan masyarakatnya yang tinggi.

“Terlebih, wakil Indonesia selalu meraih hasil positif di dua penyelenggaraan kontes kecantikan sebelumnya. Sehingga kehadiran wakil Indonesia akan menjadi perhatian utama,” ujar Menpar.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Kementerian Pariwisata terus melebarkan kerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional. Termasuk dalam memanfaatkan anak bangsa di ajang internasional sebagai endorser.

“Miss Supranational merupakan salah satu kontes kecantikan terbesar selain Miss Universe. Kemajuan industri Pariwisata Indonesia salah satunya dari peran para endorser. Putri kecantikan seperti Karina nantinya harus memiliki misi sama dengan Kementerian Pariwisata, mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” kata Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*