Harga Minyak Masih Rendah, Pemerintah Arab Saudi Setujui UU Pailit

4400
APBN Saudi Seimbang, Harga Minyak Harus US$ 85 per Barel
Foto: albalad.co

KHOBAR (INDOPETRO) – Setelah 4 tahun harga minyak tidak kembali tinggi, kabinet pemerintahan Arab Saudi telag menyetujui Undang-Undang Kepailitan, seperti dilansir Reuters, Minggu (18/2/2018). Ini merupakan upaya kerajaan menarik lebih banyak investor.

Meski sedang merangkak naik, harga minyak masih sangat rendah dibandingkan masa kejayaannya beberapa tahun lalu. Hal ini kemudian mengguncang ekonomi beberapa negara yang mengandalkan minyak sebagai sumber penghasilan utama, termasuk Arab Saudi.

Legislasi kepailitan modern masih belum ada di Arab, sehingga menyulitkan perusahaan-perusahaan yang kini berupaya keras mencari restrukturisasi utang pada kreditor sejak krisis global di 2009, dan yang paling baru adalah anjloknya harga minyak global.

Kerajaan kemudian menginisiasi sebuah gebrakan untuk merombak perekonomiannya, termasuk memperbaharui undang-undang kuno, dengan tujuan menciptakan iklim yang investor-friendly untuk meneruskan penjualan aset pipeline multi-miliar pada pembukaan saham publik (IPO) Saudi Aramco. Ini merupakan penjualan saham publik terbesar dunia.

“Waktunya sangat tepat,” kata Managing Partner di firma hukum Al Suwaiket dan Al Busaies, Bader al Busaies .

Menurutnya, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi kesulitan ekonomi. Sebelumnya baik liquidasi ataupun stakeholder harus memasukkan dana yang besar.

“Undang-undang baru ini menjadi solusi alternatif di mana praktisi internasional telah membuktikannya,” katanya.

Setelah disetujui kabinetnya, Raja Salman segera mengesahkan undang-undang tersebut pekan lalu. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*