Akan Ada Wifi Gratis di Pulau Seribu dan Kota Tua

35300

JAKARTA (INDOPETRO) – Untuk terus menggenjot jumlah kunjungan wisatawan, pengembangan dilakukan di Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Jakarta. Konsep go digital diterapkan pada dua destinasi unggulan Ibukota itu.

Ada enam spot yang akan diberikan layanan internet gratis tahun ini. Kepulauan Seribu akan jadi fokus utama. Ada empat pulau yang akan diberikan layanan WiFi gratis. Yaitu Untungjawa, Pramuka, Tidung dan Kelor.

Sedangkan di kawasan Kota Tua, dua spot yang memiliki WiFi gratis yaitu Glodok dan Sunda Kelapa. “Perbaikan terus dilakukan. Kami terus menyiapkan destinasi yang lebih instagramable di Kepulauan Seribu dan kawasan Kota Tua. Untuk itu, penguatan sinyal internat menjadi prioritas. Lokasi-lokasinya juga sudah ditentukan,” kata PIC Kepulauan Seribu dan Kota Tua Dodi Riadi.

Dodi menambahkan, internet jadi kebutuhan vital. Kehadiran internet gratis diharapkan semakin menaikan value destinasi. “Wisatawan senang selfie lalu menguploadnya di media sosial. Kondisi seperti itu harus kami respons cepat. Kalau akses komunikasi mudah dan gratis, harapannya semakin banyak jumlah wisatawan yang menyeberang ke Kepulauan Seribu. Sebab, destinasi di sana bagus-bagus,” ujar Dodi.

Ada beberapa kriteria bagi spot yang akan diberikan fasilitas internet gratis. Salah satunya soal landscape. Di Pulau Kelor itu ada peninggalan berupa Benteng Belanda yang sangat artistik. Pulau Pramuka terkenal karena sunset. Penguatan sinyal internet itu juga untuk mendukung penambahan infrastruktur di Kepulauan Seribu

Meski terpisah dengan daratan Jakarta, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu cukup tinggi. Tahun 2017, rata-rata kunjungan wisatawan tumbuh sekitar 15 persen. Tidak kurang dari 70 ribu wisman telah menyeberang sepanjang 2017. Sedangkan jumlah wisnus mencapai sekitar 890 ribu orang. Para wisatawan masuk melalui sejumlah pintu, seperti Dermaga Marina, Ancol dan Kaliadem.

Wisman asal Tiongkok menjadi yang paling banyak datang ke Kepulauan Seribu. Disusul Malaysia, Singapura, Jepang dan negara-negara Eropa.

Rata-rata para wisatawan memiliki kemampuan spending Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Mereka juga mau menginap sampai tiga hari di Kepulauan Seribu. Untuk mendukung aksesibilitas, pemerintah berencana menambah enam unit kapal ke Kepulauan Seribu.

Nantinya, kapal-kapal itu akan melayani rute dari Jakarta menuju Pulau Untungjawa, Tidung, hingga Pramuka. Sedangkan Dermaga Ancol, diprediksi akan siap di bulan Juni nanti. Kawasan Kepulauan Seribu sedang dikembangkan. Semua aspek harus didukung. Kemudahan dan kualitas internet menjadi opsi.

Kemudian atraksi juga terus mengalami penguatan. Wisata bahari seperti diving dan wisata air juga mendapat perhatian serius. Pengembangan konsep tersebut sejalan dengan diversifikasi potensi destinasi. Unsur budaya tetap dikembangkan, termasuk potensinya kulinernya. Sebab, Pulau Untungjawa sangat terkenal sebagai penghasil produk olahan sukun khususnya keripik.

“Nuansa bahari akan terus dikembangkan. Banyak spot bagus di sini, seperti Semak Daun. Untuk spot baru penyelaman masih terus dikonsultasikan dengan para diver. Posisi penguatan internet ini untuk mendukung semua konsep yang dikembangkan. Sebab, akan banyak event di kawasan ini,” kata Dodi.

Sejumlah kegiatan pun disiapkan untuk terus menghidupkan Kepulauan Seribu dan Kota Tua. Salah satunya Festival Pulau Tidung, Kepulauan Seribu pada September mendatang.

Sedangkan 10 November nanti, Festival Kota Tua 2018 siap digelar. Festival Kota Tua juga dibuat unik. Wisatawan yang datang akan didandani dengan kostum tempo doeloe.

“Kami terus memberi banyak alternatif destinasi. Sebab, potensi besar kunjungan wisatawan di Jakarta harus dimaksimalkan,” kata Kasubbid Pemasaran Area II (Jakarta) Cecep Satia.

Jakarta merupakan pintu masuk bagi 2.811.474 wisman sepanjang 2017. Sebanyak 2.749.321 wisman masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta. Jumlah itu tumbuh 5,61 persen dari 2016. Dari Pelabuhan Tanjung Priok tercatat 62.153 kunjungan wisman. Jumlah tersebut naik 3,99 persen dari tahun 2016.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, konsep promosi yang efektif saat ini diperlukan Kepulauan Seribu dan Kota Tua. “Butuh 3S yaitu solid, speed dan spread. Artinya harus kompak, cepat, dan memberikan impact besar untuk bisnis. Untuk itu, konsep BAS juga harus digenjot. Branding dan advertising sudah dilakukan. Maka, sekarang fokus ke selling. Harus selling to the point,” kata Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*