Belasan Ribu Wisman Rayakan Imlek di Manado

14900

MANADO (INDOPETRO): Kota Manado menyambut Imlek 2569 dengan meriah. Tidak hanya warga Manado, belasan ribu wisman turut nimbrung merayakan Imlek di Pecinan Manado.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey hadir di tengah acara. Begitu juga dengan Walikota Manado Vicky Lumentut. Keduanya terlihat kompak beriringan bersama Ketua task force pariwisata Sulut Dino Gobel yang berada di bawah koordinasi Asdep Greater China Kemenpar Vinsensius Jemadu.

“Sehari sebelum Imlek ada 675 wisman Tiongkok yang landing di Manado. Subuh tadi ada dua lagi charter flight dari Tiongkok yang landing. Imlek di Manado sangat meriah. Penuh sama wisman,” kata Sulut Dino pada Jumat (16/2/2018).

Ya, kemarin malam, Manado memang benar-benar heboh. Pesta kembang api langsung menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2569. Sejak pukul 21.00 Wita warga lokal dan turis Cina sudah berkumpul di kelenteng bersejarah Ban Hing Kiong, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Hingga pukul 23.50 WIB, atraksi seni dan budaya ditampilkan secara bergiliran oleh panitia. Ada tarian oriental, lion dance atau barongsai dan tabuh tambur. Kemudian atraksi Wushu dan kereta hias bertemakan shio anjing, yang dipersembahkan Pemerintah Manado.

Saat detik-detik pergantian hari, Kembang api yang sudah disiapkan warga Tionghoa meletus bergantian menghiasi langit Manado, yang agak mendung dan bergerimis. Crowdnya akan terus berlanjut sampai Cap Go Meh.

Pada periode 1 Januari hinggga 15 Febrari 2018, ada 14.578 pax wisman Cina yang masuk Manado. “Shenzhen 2.628 pax, Pudong 3.392 pax, Changsa 2.628 pax, Xiamen 173 pax, Guangzhou 3.339 pax dan Singapura 2418 pax,” kata General Manager Bandar Udara Sam Ratulangi Manado,  Minggus Gandeguai.

Totalnya, sudah 102 flight internasional yang landing di Manado di periode Januari dan Februari 2018. Guangzhou dilayani Lion Air dengan 21 flight. Pudong 19 flight Lion Air. Changsa 20 flight Lion Air. Shenzhen 18 flight Lion Air. Xiamen 1 flight Xiamen. Sisanya 24 flight Silk Air dari Singapura.

“Satgas task force pariwisata terus siaga. Imigrasi dan bea cukai juga sangat responsif. Layanannya supercepat. Hanya butuh 20-30 menit sudah bisa keluar dari bandara. Itu juga diapresiasi Konsul Security Kedutaan Tiongkok Zhu Dhi,” kata Vinsensius.

Perkembangan ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya makin bersemangat menjadikan Manado sebagai hub pariwisata dari pasar Pasifik, seperti Tiongkok, Hongkong, Makau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

“Atraksi pariwisata di Manado kami beri acungan jempol. Makanya kami buat ‘Beyond Manado’ untuk menjadi hub pariwisata. Silakan merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Manado. Gong Ci Fa Cai,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*