Direksi Pertamina Selayaknya Profesional Bukan ‘Titipan’

54300
Produksi Gas PHE Kuartal I 2018 Naik Dua Persen
Foto : tahuberita.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) mendapat reaksi tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Uman. Dia menganggap RUPS Pertamina yang baru saja terjadi merupakan RUPS paling tragis yang berakhir ‘ejakulasi dini’ sejak Pertamina berdiri.

“Bayangkan, sejak dimulainya November 2014 hingga 13 Februari 2018 telah terjadi lima kali ganti struktur. Berapa biaya untuk mengganti atau mengubah nomenklatur yang ada BUMN tersebut? Ini jelas inefisensi!” katanya pada wartawan, Kamis (15/2/2018) di Jakarta.

Di satu sisi, Yusri pun menyarankan sebaiknya Direktorat Pemasaran cukup dua saja jangan tiga. “Direktur Perkapalan dan Distribusi membawahi SVP Perkapalan serta SVP Suplai dan Distribusi,” katanya.

Lalu, direktur Pemasaran Korporat membawahi SVP Industrial Marketing dan SVP Ritel Marketing. “Menurut saya, ini lebih mudah diterima oleh serikat pekerja (SP) karena dulu ada Direktorat Perkapalan dan hingga kini mereka masih menginginkan perkapalan jadi direktur,” jelas dia.

Yusri menambahkan, hanya saja, jika Perkapalan diakomodir, saat ini posisi direktoratnya diperluas menjadi Perkapalan dan Distribusi, di mana bertanggung jawab terhadap distribusi produk seperti BBM, elpiji, aviasi, aspal, dan sebagainya hingga ke depo-depo.

“Nah, direktur Pemasaran bertanggung jawab memasarkan dan menjual produk termasuk pengirimannya (dari depo) hingga ke konsumen/lembaga penyalur terdepan seperti SPBU, agen, dan lainnya.

Yusri juga mengkritisi nama Nicke Widyawati yang menjadi Plt direktur Logistik, Supply Chain, Infrastruktur, di mana kewenangan sangat luas, termasuk membawahi ISC.
“Patut pula diduga ada campur tangan elit partai yang pernah menjadi rekan sekerjanya waktu di PT Rekayasa Indonesia (Rekin). Apa kehebatan dia? Kabar yang beredar, kinerja dia di PT PLN (Persero) juga biasa saja. Lihat saja juga kinerja di Pertamina sebagai direktur SDM juga tidak istimewa. Ironisnya, dia juga diberikan peran besar dalam mempersiapkan holding migas, apa tidak kacau ini,?” ungkap dia.

Dia juga menilai wajar jika internal Pertamina sekarang bergejolak. Pasalnya, imbuh Yusri, jabatan direktur adalah jabatan karir yang pantas diberikan kepada karyawan Pertamina yang sudah merintis dari bawah dan mempunyai kompentesi dan integritas yang tinggi. “Di Pertamina banyak yang hebat-hebat. Droping calon direksi dari luar itu tidak baik bagi proses kaderisasi di Pertamina. Katanya menuju perusahaan kelas dunia tapi banyak orang luar lompat pagar yang masuk ke Pertamina,” jelasnya.

Yusri berkomentar, Pertamina ke depan harus bisa mengedepankan profesionalisme dalam menunjuk seorang direksi, bukan berdasarkan ‘titipan’ seseorang.

“Berhentilah menjadikan Pertamina sebagai bancakan. BUMN ini memiliki peran vital bagi keberlangsungan ketahanan energi di republik ini,” tegas dia.

Penjelasan dia, pemisahan demikian jauh lebih mudah dan cepat diterapkan karena tidak banyak berubah di tingkat bawah.

“Keberatan SP soal operasional diisi oleh orang luar masih bisa diakomodir karena di pemasaran saat ini operasi terberat adalah distribusi untuk menjamin ketersediaan produk di tingkat depo,” ujarnya.

Yusri menilai, kalau produk di depo ada atau mencukupi, maka tidak akan ada kekosongan di SPBU atau agen. “Tugas baru direktur Pemasaran ke depan lebih diarahkan untuk inovasi produk-produk baru dan branding, termasuk elpiji non subsidi 3 kg serta CNG/LNG dalam botol komposit untuk menekan impor elpiji, energi baru/terbarukan dan lain sebagainya,” katanya.

Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina melalui surat Nomor: SK-39/MBU/02/2018, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengalihan Tugas Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, tertanggal 09 Februari 2018, memutuskan perubahan nomenklatur Direksi Pertamina.

RUPS memutuskan perubahan nomenklatur berupa Perubahan Direktur Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Ritel. Selain itu, menetapkan Penambahan nomenklatur Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur. Serta, meniadakan Direktur Gas.

Sejak adanya perubahan nomenklatur tersebut, maka jajaran Direksi Pertamina adalah:
1. Elia Massa Manik selaku Direktur Utama
2. Arief Budiman selaku Direktur Keuangan
3. Syamsu Alam selaku Direktur Hulu
4. Muchamad Iskandar selaku Direktur Pemasaran Ritel, merangkap Direktur Pemasaran Korporat sampai dengan penetapan direktur definitif
5. Nicke Widyawati selaku Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur, merangkap Direktur SDM sampai dengan penetapan direktur definitif
6. Direktur Manajemen Aset: Dwi Wahyu Daryoto
7. Direktur Pengolahan: Toharso
8. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko: Gigih Prakoso
9. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang

RUPS juga memberhentikan dengan hormat Ibu Yenni Andayani selaku Direktur Gas. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*