PLTMH Warabiai Papua Barat Diresmikan

15300
PLTMH Warabiai Papua Barat Diresmikan
Foto : wartaekonomi.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Selasa (13/2/2018) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Warabiai Sausapor dan Bandar Udara Werur, sekaligus melakukan kunjungan ke Pelabuhan Laut Sausapor dan menyerahkan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) secara simbolis. Pelaksanaan peresmian dipusatkan di lokasi PLTMH Warabiai, Desa Jokte Kecamatan Sausapor Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Acara ini juga dihadiri dari Komisi I DPR RI Jimmy Demianus Ijie, Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, Komisi VII DPR RI Peggi Patrisia Pattipi, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Bupati Tambrauw Gabriel Asem, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, Ketua DPRD Tambrauw, Pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri, Direktur Regional Bisnis PLN Wilayah Papua Maluku, serta para pejabat di lingkungan Kabupaten Tambrauw dan tokoh masyarakat sekitar.

Menteri Jonan mengapresiasi Pemerintah Daerah Tambrauw yang telah menyiapkan peresmian ini. “Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk meresmikan PLTM Warabiai,” ujar Jonan.

PLTMH Warabiai Sausapor diperkirakan dapat menerangi sekitar 2500 sampai dengn 3000 rumah. PLTMH ini berlokasi di Desa Jokte Kecamatan Sausapor Kabupaten Tambrauw. Kapasitas PLTMH tersebut mencapai 1,6 MW (2 x 800 kW). PLTM terhubung dengan jaringan PLN (On Grid) dan mensuplai listrik utama ke PLN.

Pembangunan PLTMH dimulai pada tahun 2013 – 2015, dan dilakukan uji coba pengoperasian pada awal tahun 2016. Pembangunan menggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw.

PLTMH Warabiai kondisinya telah beroperasi melayani beban secara bergantian dengan PLTD milik PLN berkapasitas 250 kW. Saat ini, beban puncak Distrik Sausapor mencapai 170 kW, dilayani oleh PLTD pada pukul 18.00-06.00 WIT dan PLTMH Warabiai pada pukul 08.00-12.00 WIT dan pukul 14.00-17.00 WIT.

Listrik yang dihasilkan dari PLTMH ini dijual ke PLN dengan harga Rp 1.500/kWh. Adapun pengelola PLTM tersebut adalah Perusda PT. Tambrauw Bersinar Abadi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jonan juga menyerahkan secara simbolis 12 (dua belas) set LTSHE kepada perwakilan warga. Jonan menjelaskan bahwa lampu tersebut diperuntukkan satu box untuk satu rumah bisa menghasilkan listrik 4 (empat) lampu dengan daya 25 watts dan bisa untuk colokan Handphone. “Ini dibantu pemerintah melalui APBN kepada setiap rumah yang belum ada layanan kelistrikan,” jelas Jonan.

Total sebanyak 529 LTSHE diberikan kepada 12 desa (5 kecamatan) di kabupaten Tambrauw dengan rincian sebagai berikut: Kec. Syujak 9 unit, Kec. Miyah 17 unit, Kec. Kwoor 37 unit, Kec. Yembun 118 unit, dan Kec. Kebar 348 unit.

Jonan juga berpesan, karena luasnya pulau Papua, khususnya Kabupaten Tambrauw, diharapkan Pemda dapat mengusulkan ke Kementerian ESDM dan PT. PLN untuk dibangun pembangkit Off Grid. “Bisa untuk diusulkan dibangun PLTMH atau PLTS dan sebagainya untuk wilayah sekitar pembangkit, karena jika menunggu saluran transmisi PLN masih lama karena memerlukan biaya yang besar.

“Kalau misalnya di daerah yang sangat sulit, sangat terpencil dan PLN belum ada program, tolong Pak Bupati dan Pak Gubernur sampaikan usulan ke saya, kirim surat ke saya untuk ditambah LTSHE,” tambah Jonan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*