Untuk Kejar Target 25,5 Juta Kursi, Menpar Pakai Jurus 3A Akses

26200

JAKARTA (INDOPETRO) – Untuk mengejar target tempat duduk hingga 25.5 juta kursi, Menpar Arief Yahya mengeluarkan jurus 3A Akses. Yaitu menggelar roadshow ke Airports, Airlines dan Authority (Airnav).

Senin (12/2/2018), Menteri Arief Yahya roadshow ke markas PT Angkasa Pura 1 (AP I). Sebelumnya ia mendatangi kantor Garuda Indonesia, Lion Air, Air Asia, Stiwijaya Air, dan Angkasa Pura II.
“Target wisman tahun ini 17 juta. Oleh karena itu semua unsur 3A Akses harus dibedah, dioptimalkan dan berkolaborasi untuk Indonesia Incorporated. Saya senang, semua pihak saling mendukung,” kata Arief.

AP I membuktikan komitmen mendukung pariwisata Indonesia. Untuk mendukung target 17 juta wisatawan mancanegara, PT AP 1 siap mendukung apa saja untuk menambah tempat duduk.

Dirut AP 1 Faik Fahmi mengatakan, untuk memenuhi target 17 juta wisman di 2018, perlu pertumbuhan year on year (YoY) minimal 22 persen. “Tidak bisa mengandalkan bandara selain Ngurah Rai Denpasar (DPS) dan Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK), karena kontribusinya hanya 10 persen. Makanya pintu masuk bandara DPS diharapkan bisa tumbuh lebih dari 22 persen,” kata Faik.

Pengembangan kapasitas Bandara Ngurah Rai harus disentuh. Tujuannya, bisa mrnambah slot untuk penambahan frekuensi maupun rute baru. Jumlah internasional seats capacity baru yang harus dibangun di Ngurah Rai pada 2018 minimal 600.000 kursi.

Planning pengembangannya sudah ada. Dari paparan Faik Fahmi, mulai September mendatang pergerakan pesawat per jam di Ngurah Rai akan ditingkatkan menjadi 33 kali dari angka sebelumnya yang hanya 30 pergerakan.

Langkah lain yang digarap yaitu trafik internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado, Lombok Internatioal Airport dan Adi Sutjipto Jogja. Ketiganya juga tumbuh cukup tinggi di 2017. Oleh karena itu, kapasitas di tiga bandara itu akan segera diantisipasi agar bisa tetap tumbuh.

“Airlines memerlukan stimulus untuk mengembangkan jaringan. Maka dari itu AP1 berharap bisa mendukung paket insentif bersama untuk mendorong pengembangan rute airlines,” kata Faik menambahkan.

Insentif yang disiapkan AP 1 antara lain diskon landing fee hingga 100 persen untuk new routes/flights. Kemudian free material promo for airport dan incentives for pax growth. Selain itu, Tourist Information Center (TIC) perlu didirikan di setiap bandara. Untuk hal ini, AP1 akan ikut mengembangkan TIC sesuai prototype di T3 bandara Soekarno-Hatta.

Untuk 2018, ada jutaan calon wisman yang melakukan kunjungan Incentive Tour dari Pemerintah China melalui Charter EBTC. Untuk itu, perlu extra-effort untuk menyiapkan slot bagi charter EBTC, di luar tambahan slot yang baru.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tidak sungkan mengacungkan dua jempol terhadap PT Angkasa Pura yang komitmen mendukung pariwisata Indonesia. Menurut Menpar, penambahan seat capacity dibutuhkan untuk mendukung pariwisata.

“Dalam memenuhi kebutuhan tempat duduk kami lakukan peningkatan kapasitas airport dengan berbagai strategi. Perlu pembangunan fisik, pengembangan bandara dan pembangunan bandara baru. Ini luar biasa. Terima kasih AP I,” kata Arief Yahya.

Traffic di bandara MDC, LOP dan JOG tumbuh cukup tinggi di 2017. Bandara lain pun terus dirangsang untuk tumbuh. Faik berjanji akan mengatasi berbagai hal tersebut dan berkomitmen mendukung penambahan seat capacity untuk mencapai 17 juta wisman tahun 2018.

“Kalau Pak Dirut AP1 optimis target tercapai, kami makin optimis pariwisata betul-betul menjadi core economy bangsa,” ujar Arief mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*