Pontianak Food Festival akan Pecahkan Rekor MURI Lagi

27000

PONTIANAK (INDOPETRO) – Pontianak Food Festival  2018 akan digelar mulai 19-25 Februari mendatang. Festival kuliner itu akan dipusatkan di halaman Parkir A. Yani Mega Mall Pontianak, Kalimantan Barat.

Di Pontianak Food Festival (PFF) 2018, pencinta kuliner bebas mencicipi berbagai menu makanan khas Kalimantan Barat (Kalbar). Kegiatan itu bisa menjadi godaan bagi yang sedang menjalani diet. Sebab, berbagai menu kuliner asli Indonesia yang terkenal lezat akan tersaji di sana.

“PFF merupakan festival makanan khas terbesar di Kalimantan Barat. Banyak kuliner yang akan menggugah selera di sana. Dari mulai kuliner tradisonal sampai yang telah dimodifikasi,” kata Ketua Panitia Edy Hartono pada Selasa (6/2).

Ada 120 stan makanan yang akan meramaikan di PFF 2018. Aneka makanan mulai dari kwe cap, chai kwe, mie gunting, ketan susu, hingga mie raong akan menggoyang lidah para pengunjung.

“Sebetulnya masih kurang karena permintaan membludak. Yang mendaftar sudah 132 stan. Tapi supaya rapi kami batasi hanya 120 stan,” ujar Edy menambahkan.

Untuk menambah kemeriahan berbagai macam acara telah disiapkan. Ada lomba tari tradisional serta kontemporer, talent show abang-adek, game show lintas duta dan fruit and vegetables zumba. Anak-anak juga akan dilibatkan dengan lomba mewarnai, lomba model cilik, dan permainan rakyat.

Kalau semua itu dirasa masih kurang, pengunjung bisa mengikuti pemecahan rekor nasional untuk jumlah pemasak ikan asam pedas terbanyak. Siapa saja yang suka memasak dipersilahkan bergabung oleh panitia. Kegiatan itu akan berlangsung seru sebab panitia telah mendaulat chef Marinka sebagai tamu kehormatan.

“Di tahun kedua ini kami ingin pecahkan Rekor MURI lagi, yakni jumlah pemasak ikan asam pedas terbanyak. Tahun lalu, kami sudah pecahkan Rekor MURI untuk goreng pisang terbanyak. Kami berharap event ini menjadi promosi yang baik bagi pariwisata Kalbar,” kata Edy melanjutkan.

Kalimantan Barat menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa. Dari mulai wisata sejarah, seni dan budaya hingga wisata alam. Wisatawan yang suka sejarah, bisa menyambangi peninggalan Kesultanan Pontianak. Seperti Keraton Kadriah dan Makam Kesultanan Batu Layang. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Museum Kalimantan Barat.

Untuk budaya, Kalimantan Barat sangat kental dengan budaya Dayak yang tersohor. Budaya Dayak kaya dengan filosofi menjaga alam sekitar. Wisatawan yang ingin mengenal suku ini, bisa mengunjungi Rumah Betang sambil berburu souvenir khas suku Dayak.

Soal wisata alam, Kalbar memiliki wisata bahari, hutan, pegunungan atau air terjun. Yang mau hunting foto, coba berkunjung ke Danau Biru Singkawang. Pemandangannya instagramable. Tempat itu dikenal dengan airnya yang biru terang dan dikelilingi batu-batu tinggi berwarna putih.

Di sekitarnya terdapat padang pasir dan hamparan rumput hijau. Sedangkan bagi mereka yang suka berpetualang, tinggal menuju Taman Nasional Gunung Palung. Taman nasional seluas 90.000 hektare itu memiliki keanekaragaman yang luar biasa. Taman Nasional Gunung Palung memiliki ekosistem terlengkap di Indonesia. Hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan tropis, dan pegunungan, semuanya di dalam satu lokasi wisata.

Menjelajahi Bukit Bahu atau melayang di atas awan di Bukit Jamur bisa jadi pilihan. Pemandangannya keren, pas buat yang hobi foto. Berkunjung ke Air Terjun Mananggar juga tak kalah seru. Air terjun ini sering juga disebut Niagara mini dari Borneo. Buat yang hobi pantai, silahkan melangkah ke Pantai Temajuk. Pasir halus berwarna coklat memberi panorama eksotis bersanding dengan luasnya laut biru. Pantai Temajuk juga sering disinggahi penyu untuk bertelur saat malam hari.

Saat sedang wisata di Kalbar, jangan lupa susuri sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Kapuas yang memiliki panjang 1.086 kilometer. Sungai yang berhulu di Kabupaten Putussibau ini tidak pernah kering sepanjang tahun. Menyusuri sungai bakal menjadi pengalaman yang seru. Eksotisme perkampungan suku air dengan rumah apungnya akan menjadimenu utama yang tak boleh dilewatkan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendukung terselenggaranya PFF 2018. Menpar yakin kegiatan itu akan mengeksplorasi pesona Kalimantan Barat. Menurut Menteri Arief, kuliner selalu efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Buktinya, kuliner nusantara selalu hadir di pentas dunia.

“Ini event bagus. Kuliner Indonesia sangat kaya. Biar wisatawan mencicipi manis, pedas, asam, dan asinnya kekayaan kuliner Indonesia. Event itu sekaligus ikut mempromosikan destinasi pariwisata Kalbar,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*