Bandara New Yogyakarta akan Menjawab Masalah Akses Menuju Borobudur

32000

YOGYAKARTA (INDOPETRO): Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan harapan atas diresmikannya Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB). Ia ingin BOB menjadikan Borobudur sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional yang memiliki kekayaan potensi wisata budaya berkelanjutan.

Borobudur dikembangkan sebagai destinasi yang memiliki kekuatan dan daya tarik berbasis pada potensi heritage. Yang sudah diakui UNESCO sebagai World Cultural Heritage. Pengembangan akan difokuskan pada elemen 3A yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Seperti yang diungkapkan Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi itu mengatakan, BOB bertugas melakukan koordinasi dan sinkronisasi. Kemudian memfasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur.

“Critical success factor ada di akses. Dan itu sudah ada jawabannya yaitu Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. NYIA akan menjawab masalah aksesibilitas udara menuju Joglosemar,” jelas Arief Yahya.

Namun, Menpar Arief mengingatkan kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini adalah single destination, multimanagement.  Zona satu yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), zona dua dikelola BUMN, zona tiga Pemda dengan ribuan pedagang, dan zona empat Kemenpar.

Oleh karena itu, BOB hadir dengan kawasan otoritatif dan kawasan koordinatif. Badan Otorita akan mengintegrasikan semua kekuatan atraksi Joglosemar, dan tidak akan menyentuh zona satu dua dan tiga.

Tidak hanya itu, empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu Borobudur, Dieng, Karimunjawa, dan Sangiran, nanti akan dikelola dalam ‘single destination’.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai konektivitas dari Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) akan menjadi faktor utama tercapainya dua juta wisatawan mancanegara ke Borobudur tahun 2019. Untuk itu, Menteri Luhut berharap proyek NYIA bisa rampung sesuai target.

“Masalahnya tinggal (warga terdampak) yang belum datang ambil duitnya (pembebasan lahan NYIA) karena masalah administrasi. Ada yang di antara keluarga (terdampak) masih belum cocok. Tapi, April akan selesai semua,” kata Luhut di Yogyakarta pada Jumat (9/2).

Selain itu, Luhut juga meminta jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur bisa segera terhubung. Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai target dua juta wisatawan yang akan datang ke objek wisata Candi Borobudur pada 2019.

“Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) menargetkan dua juta turis. Atau pemasuka dua miliar Dolar AS dari kunjungan turis ke Candi Borobudur di tahun 2019.  Atau kira-kira bisa menciptakan Rp 14 triliun penerimaan untuk daerah,” kata Luhut.

Mantan Menko Polhukam ini melanjutkan, untuk mencapai target dua juta wisatawan itu, perlu sinergisitas sejumlah kementerian. Diantaranya Kementerian Pariwisata, Perhubungan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengenai hal itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyampaikan untuk jalan penghubung dari NYIA menuju Candi Borobudur akan melintasi perbukitan Menoreh. Saat ini, proses pembuatan jalan penghubung itu sudah dalam proses pengerjaan.

“Bedah Menoreh merupakan jalan dari airport (NYIA) menuju Borobudur sepanjang 62 kilometer. Tahun ini kami akan membebaskan jalan yang buntu sepanjang 6 kilometer. 90 persen (jalan) sudah dikerjakan. 2019 akhir ditarget selesai,” kata Hasto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*