Pertamina RU IV Cilacap Bantu Listriki Teknologi HEOP Dusun Bondan

19000
Pertamina RU IV Cilacap Bantu Listriki Teknologi HEOP Dusun Bondan
Foto: mogabay.com

CILACAP (INDOPETRO)- Dalam upaya memenuhi kebutuhan energI masyarakat, PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menyerahkan bantuan tenaga listrik dengan teknologi Hybrid Energy One Pole (HEOP) kepada warga Dusun Bondan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh General Manger Pertamina RU IV Cilacap, Dadi Sugiana, kepada Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Jumat (9/8/2018).

Disampaikan Dadi, teknologi HEOP yang dikembangkan di Dusun Bondan merupakan prototipe Pertamina sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab menyuplai energi ke seluruh Indonesia. “Ini merupakan jawaban kita bisa menyuplai energi yang murah untuk masyarakat terluar, terpencil, dan terbelakang,” kata Dadi.

Dengan adanya bantuan ini, Dadi berharap masyarakat mendapat kesempatan yang sama karena energi untuk beraktivitas.

Program pemberian bantuan telah dimulai sejak 2016. Pada teknologi HEOP, panel surya dan kincir angin digabungkan untuk menghasilkan listrik. HEOP sendiri merupakan salah satu inovasi dari mahasiswa STT PLN Jakarta. Di mana dengan satu instalasi HEOP, daya listrik yang dihasilkan dapat menerangi tiga rumah, satu masjid, serta balai pertemuan. Kelebihan HEOP dibandingkan dengan panel surya adalah daya tahan baterainya yang lebih tahan lama. Untuk program yang merupakan salah satu Corporate Social Responsibility (CSR) ini, Pertamina RU IV telah mengalokasikan dana sekitar Rp281 juta.

Saat ini di Dusun Bondan telah dipasang 15 tiang listrik tenaga HEOP yang masing-masing mampu melistriki tiga hingga lima rumah yang berdekatan. Total 54 rumah sudah menikmati teknologi tersebut. Untuk yang berjauhan, 14 rumah diberi panel surya untuk penerangan.

Bantuan ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. “Terima kasih bantuannya. Selama ini Dusun Bondan belum teraliri listrik dari PLN karena perusahaan tersebut belum mau investasi tiangnya lantaran penduduknya masih jarang,” kata Syamsul. (Gadih)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*