Kuasa Hukum Mogok Kerja Freeport Adukan Majelis Hakim ke Bawas MA

732800
Kuasa Hukum Mogok Kerja Freeport Adukan Majelis Hakim ke Bawas MA
istimewa

JAKARTA (iNDOPETRO) – PT Freeport Indonesia seakan tidak pernah sepi persengketaan. Jumat (9/2/2018) Lokataru, Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta, kuasa hukum dari 3493 karyawan PT Freeport Indonesia yang sedang mogok kerja sejak April 2017, mengadukan majelis hakim yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) RI. Surat pengaduan dan beberapa bukti diserahkan pada Roheli, Kasubag TU Badan Pengawas Mahkamah Agung.

Menurut Haris Azhar, advokat dari Lokataru, ada dugaan pelanggaran yang dilakukan aparat penegak hukum. “Pelanggaran ini dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Mimika Papua. Ia juga ketua majelis Perkara Nomor 23/Pid.B/PN.Tim, Relly D. Behuku, SH., MH,” kata Haris pada sejumlah media di kantor Badan Pengawas Mahkamah Agung RI Jakarta.

Hakim tersebut, imbuh Haris, tercatat sebagai kontraktor di PT Freeport Indonesia. “Ada ID sang hakim yang dikualifikasikan sebagai kontraktor PT FI,” cetusnya. Bahkan, para hakim juga masuk database dalam PT FI.

Lebih jauh Haris mengemukakan, mereka juga diduga menempati komplek perumahan milik PT FI. “Kita takut ada konflik kepentingan,” katanya. Karena pada saat yang bersamaan mereka (para hakim) tersebut sedang memeriksa 9 karyawan PT FI dalam kasus PHK.

Oleh sebab itu, lanjut Haris, pihaknya berharap Badan Pengawas Mahkamah Agung dapat memeriksa laporan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

Sementara itu Sahreza Harahap, staf pengaduan Badan Pengawas Mahkamah Agung, menyatakan bila pengaduan tersebut memang lengkap dan ada 2 alat bukti yang kuat, pihak Badan Pengawas Mahkamah Agung yang dikepalai oleh Nugroho, pasti akan bertindak cepat. “Paling cepat Senin atau Selasa pekan depan, tim dari Bawas MA langsung terjun ke sana,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*