Diprediksi Menguat, Harga Minyak AS Turun Lagi Menuju 50 Dolar

9700
Produksi Minyak AS Tembus 9 Juta Barel per Hari
buzznigeria.com

NEW YORK (INDOPETRO) – Sempat diprediksi menguat, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun dengan cepat mendekati pertengahan US $50 per barel. Hal ini disampaikan Analis Energi Again Capital, John Kilduff, yang sebelumnya optimis harga komoditas tersebut akan naik di 2018.

Tercatat Kamis (8/2/2018), West Texas Intermediate (WTI) juga turun hingga US$61 per barel, hampir kembali pada titik di tahun sebelumnya. Naiknya produksi AS dan cadangan memberi tekanan harga minyak global pekan ini. Menguatnya nilai tukar dolar pun kian memperburuk keadaan.

“Harga minyak mentah akan terganggu oleh nilai dolar kira-kira untuk dua bulan mendatang,” kata Kilduff saat diwawancara di CNBC.

Menurutnya hubungan berkebalikan antar harga minyak dan nilai tukar dolar tidak selalu terjadi.

“Saat index dolar turun ke 86 (sen), harga minyak jadi US $66. Kini indeks dolar sudah kembali naik lebih dari 90 sen, dengan demikian harga minyak turu di sekitar US $61 dan mungkin bisa mencapai di tengah US $50 dengan cepat,” kata Kirduff.

Awal tahun, sebelumnya Kilduff pernah meramalkan Brent akan mencapai puncaknya di US $70 per barel, merangkak menuju US $71,28. Keberhasilan OPEC dan Rusia memotong produksi dan sempat turunnya produksi minyak AS membuat beberapa analis energi berpendapat akan ada titik cerah pada harga minyak global di pasar. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*