PHE Anggap Gross Split Sudah Bagus

26700
Produksi Minyak PHE Capai 69,3 Ribu BPH
Foto : qerja.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Regulasi skema Gross Split yang telah menggantikan PSC Cost Recovery dianggap sudah bagus. Penilaian tersebut diutarakan oleh Gunung Sardjono, Presiden Direktur (Presdir) Pertamina Hulu Energi (PHE) kepada sejumlah media seusai acara diskusi, Kamis (8/2/2018) di Jakarta.

“ONWJ satu-satunya PSC yang Gross Split-nya tidak menggunakan Permen yang baru. Itu bagus karena kira dapat diskresi. Untuk yang Permen 52/2017 kan belum dieksekusi,” katanya. Tapi secara simulasi lebih bagus dari yang sebelumnya.

Bahkan PHE, lanjut Gunung, bisa meraup beberapa keuntungan dengan adanya kontrak Gross Split. Sebut saja misalnya kenaikan laba, keringanan perpajakan, efisiensi biaya, dan perbaikan proses bisnis juga pengadaan.

Dia juga mengutarakan produksi minyak ONWJ sekitar 32.000 – 34.000 bph. Sedang gas sekitar 100 – 150 MMSCFD. “Gas memang sedang turun,” katanya.

Lebih jauh Gunung menyatakan kesiapannya apabila induk usahanya, yakni PT Pertamina (Persero) menugaskan PHE untuk mengelola blok-blok penugasan seperti South East Sumatera, North Sumatera Offshore, Tuban, Ogan Komering, dengan memakai kontrak Gross Split. “Jadi kembali ke keputusan Pertamina Persero,” katanya.

Menurutnya, PHE juga menganggarkan investasi sebesar US$ 537 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun. Ini meningkat dibandingkan anggaran investasi PHE tahun lalu yang mencapai US$ 507,7 juta.

Ada beberapa blok yang akan menjadi andalan produksi Pertamina Hulu Energi (PHE) tahun ini seperti Blok ONWJ, Blok WMO dan beberapa blok migas lainnya yang dikelola oleh PHE. Kemudian lima proyek yang akan beroperasi pada 2019.

Selain itu ada Blok Siak yang merupakan blok terminasi tahun 2014 yang berhasil dikelola PHE. Menurut Gunung, awalnya produksi blok Siak hanya sekitar 1.700 bph, namun kini sudah meningkat menjadi 2.400 bph. “Kami akan dorong di atas itu,” kata dia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*