PHE ABAR Temukan Cadangan Migas Baru

26900
PHE ABAR Temukan Cadangan Migas Baru
Foto : mediaindonesia.com

JAKARTA (INDOPETRO) – PHE Abar merupakan Operator untuk Wilayah Kerja (WK) Abar yang terletak di Utara WK PHE ONWJ dan sebelah Timur WK OSES. WK Abar merupakan area relinquishment (dikembalikan lagi ke pemerintah) dari Operator sebelumnya yaitu IIAPCO – Arco – BP.

Sejak penandatangan kontrak kerja sama pengelolaan WK Abar pada 22 Mei 2015, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi Abar (PHE Abar) selaku anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mempunyai program kegiatan dengan  Komitmen Pasti selama 3 tahun pertama.  Setlah dilakukan studi Geologi & Geofisika (G&G) serta survei seismik laut 2D, PHE Abar diharuskan melakukan  pemboran 1 (satu) sumur eksplorasi.

“Pada akhir Triwulan IV tahun 2017 PHE ABAR telah melakukan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X dan berhasil memperoleh cadangan gas sebesar 84 BSCF di reservoir batu pasir formasi Cisubuh dan Parigi pada kedalaman 2.600 kaki atau sekitar 800 meter,” kata General Manager PHE Abar, Theodorus Duma, pada media, Rabu (7/2/2018).

Theo juga menyatakan, “Formasi ini merupakan play yang baru dikembangkan, di mana sebelumnya dihindari karena berada dalam kategori shallow gas hazard.  Dengan penemuan ini, PHE Abar berhasil membuktikan potensi dari hazard menjadi cadangan yang sebelumnya dihindari.”

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sebagai pengawas mengapresiasi kinerja PHE Abar dalam menyelesaikan Komitmen Pasti kontrak PSC dalam tiga (3) tahun pertama dengan keberhasilan temuan sumur gas.

Disamping itu, PHE Abar dalam kegiatan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X berhasil melakukan penghematan sebesar 30% dari angka Authority for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Selama 65 hari kegiatan operasi lepas pantai dengan total 239 pekerja, PHE Abar berhasil mencapai target Zero Fatality, Zero Incident, Zero Property Damage dan mempertahankan total jam kerja selamat selama 246.669 jam.  Hal ini terwujud berkat kerjasama yang baik antara semua pekerja dan jajaran manajemen tanpa Loss Time Incident (LTI) dengan menerapkan Pertamina Golden Rules yaitu; taat peraturan, intervensi terhadap tindakan tidak aman dan yang menyalahi peraturan, serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap QHSSE. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*