Naiknya Harga Batu Bara Jangan Untungkan Satu Pihak

12700
APBI: Kurang Fair Kalau PLN Minta DMO Batubara Turun
Foto : youtube.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Kekhawatiran banyak pihak terhadap naiknya harga batu bara dapat memicu kenaikan tarif dasar listrik mendapat tanggapan dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Apa responnya?

Pihak asosiasi dan pemerintah sedang mendiskusikan persoalan mulai naiknya harga batu bara. “Kita sedang intens membicarakannya. Karena prinsipnya jangan sampai hanya satu pihak saja yang untung tetapi pihak lainnya rugi,” kata Hendra Sinadia, Executive Director of APBI pada sejumlah media, Kamis (8/2/2018) di Jakarta. Mereka meyakini akan memperoleh solusi yang terbaik.

Menurutnya, pihak internal asosiasi tentu mempertimbangkan harga dan volatalitas. Sedang pihak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mempertimbangkan cadangan batu bara. Sedang pihak PLN juga mempertimbangkan sisi keuangan dan subsidi listrik.

Diakui Hendra bahwa harga batu bara masih akan berfluktuasi. “Kan baru beberapa belakangan ini harganya mulai naik,” ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa hingga kini belum ada proposal resmi yang diajukan oleh PLN kepada pihak asosiasi mengenai hal tersebut. Tetapi mungkin akan ada upaya untuk memberikan diskon. “Kita belum bisa berkomentar lebih banyak karena ini menyangkut sentimen pasar. Kita harus hati-hati menanggapi persoalan ini,” cetus Hendra.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasukkan komponen harga batu bara dalam divula penghitungan tarif listrik. Penghitungan tarif listrik saat ini hanya berdasarkan inflasi, kurs dolar Amerika Serikat dan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Direktur‎ Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah menyetujui, dimasukkannya harga batu bara dalam formula tarif listrik penyesuaian (adjustment).

‎”Tarif ada usulan, Pak Menteri sudah setuju, bahwa komponen tarif adjustment ada beberapa yang memengaruhi ICP, inflasi dan nilai tukar,” kata Andy.

Andy menuturkan, masuknya komponen harga batu bara ‎karena saat ini 50 persen lebih pasokan listrik Indonesia dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Sedangkan pembangkit listrik tenaga diesel pengoperasiannya terus berkurang. “Kalau ICP sudah 5 persen, kalau batu bara itu 50 persen lebih. Jadi ada harga batu bara memengaruhi,” ujarnya.

Kebijakan formula ‎baru harga listrik akan diatur dalam Keputusan Menteri ESDM. Saat ini payung hukum tersebut sudah disusun dan akan dibahas dalam rapat tingkat Kementerian Koodinator. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*