Java Jazz Festival 2018 Sasar Generasi Milenial

30400

JAKARTA (INDOPETRO): Java Jazz Festival (JJF) 2018 siap menggebrak panggung musik Indonesia. Festival tersebut akan dikemas lebih fresh disesuaikan dengan selera generasi zaman now.

Selasa (7/2), Direktur Utama PT Java Festival Production Dewi Gontha menyampaikan, Java Jazz Festival 2018 akan mencoba merangkul pasar anak muda. Menurutnya, Musik jazz bisa dinikmati siapa saja termasuk anak muda. JJF 2018 akan digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, pada 2-4 Maret 2018.

Akan ada banyak turunan genre jazz yang disuguhkan. Mulai rasa klasik ala smooth jazz, fusion, acid hingga swing dan bebop. “Java Jazz bukan lagi untuk kaum tua saja. Pengertian ini yang harus diberikan pada mereka. Java Jazz juga sedang menjalankan evolusi bisnis. Muda-mudi itu nantinya akan jadi pasar kami,” kata Dewi.

Akan ada banyak musisi top yang tampil di Java Jazz 2018. Kurang lebih 120 performer. Lebih dari 100 performer per hari. Komposisinya, artis internasional yang belum pernah tampil di sini ada 80 persen. Tapi, kami sudah memiliki referensi dari nama-nama yang akan tampil.

Dari banyak komposisi yang ditawarkan, Java Jazz kembali menyuguhkan special show. Special show itu akan menampilkan Daniel Caesar dan Lauv. Daniel Caesar merupakan nominator Best R&B Performance Grammy Awards 2018. Satu slot lainnya diberikan bagi Goo Goo Dolls. Grup band asal Amerika Serikat itu melejit melalui single ‘Iris’.

“Kami munculkan lagi special show pada tahun ini. Harapannya ini juga jadi magnet untuk menarik penonton. Penunjukan musisi-musisi untuk special show sudah melalui pertimbangan. Mereka punya kualitas dan popularitas,” Dewi menambahkan.

Sebanyak 14 musisi lokal juga siap unjuk gigi. Dahaga penonton dijamin akan dipuaskan dengan lagu-lagu hits mereka. Sebut saja Kunto Aji, Andien, Dira Sugandhi, Java Jive x Fariz RM, hingga Maliq & D’essentials. Kemudian Yura Yunita, Nonaria, Jordy Waelauruw, Tashoora, The Daunas, Adhitia Sofyan, Mondo Gascaro, juga Tomorrow People Ensemble.

Untuk musisi mancanegara, sudah ada 22 nama yang masuklist. Di antaranya Matthew Whitaker Trio, JP Cooper, Avery*Sunshine, Jhene Aiko dan  New York Voices. “Komposisi musisi luar sangat banyak. Kami juga pilihkan yang terbaik, meski mayoritas baru turun di sini. Sejauh ini mereka antusias karena tahun lalu, respon besar yang ditunjukan publik Indonesia,” Dewi melanjutkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran JJF 2018. Menurut Menpar, musik merupakan bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan. Termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara.

“Java Jazz Festival sudah mendunia. Jadi, ini momentum yang tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*