AS Ancam Boikot Impor Minyak Venuzuela

25900
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

JAKARTA (INDOPETRO)- Negara super power Amerika Serikat (AS) di bawah kendali Donald Trump mengancam akan membatasi impor minyak mentah dari negeri mendiang Hugo Chaves ini. Bagaimana reaksi orang nomor wahid Venezuela?

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mengatakan sanksi potensial Amerika Serikat tidak akan membahayakan industri perminyakan negaranya. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (6/2/2018), Maduro mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson telah membuang-buang waktunya selama tur ke Amerika Latin.

Seperti diketahui, Tillerson dalam sebuah konferensi pers di Argentina mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji pembatasan impor minyak mentah Venezuela dan ekspor produk olahan AS ke negara itu. “Langkah ini untuk memberikan tekanan pada Presiden Maduro,” tegasnya.

Venezuela adalah pemasok minyak mentah terbesar ketiga ke Amerika. Pemerintahan Maduro menyebut krisis ekonomi dan sosial yang melanda Venezuela sebagai bagian dari konspirasi Washington.

Pemerintah Venezuela menyatakan bahwa pihaknya akan melawan konspirasi AS yang ingin mengakhiri sosialisme di Amerika Latin.

Sebagai catatan, menurut Menteri Minyak Venezuela sekaligus kepala perusahaan minyak negara PDVSA Manuel Quevedo, produksi minyak Venezuela meningkat mendekati 1,9 juta barel per hari (bph) setelah mencapai titik terendah sepanjang sejarah pada 2017.

Venezuela melaporkan kepada OPEC bahwa pihaknya menghasilkan 1,834 juta bph pada November 2017, angka terendah sepanjang tahun. Quevedo mengisyaratkan bahwa angka pada Desember yang akan diterbitkan oleh OPEC pada Kamis (18/1/2018) akan lebih tinggi dari itu. “2018 akan menjadi tahun pemulihan setelah menyentuh titik terendah. Kami sekarang mendekati 1,9 juta bph. Terima kasih kepada para pekerja,” tutur Quevedo, Rabu (7/2/2018). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*