Pinjaman 1,3 T Cair, Masalah Investasi Bandara Sibisa Tuntas

32900

JAKARTA (INDOPETRO) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, dana pinjaman Bank Dunia untuk pengembangan Bandara Sibisa di Sumatera Utara akan segera turun.

Dana pinjaman sebesar 300 juta Dolar AS yang diberikan pada akhir 2017 itu akan cair sebagian untuk pengembangan Sibisa. “Proses pencairan sedang dilakukan. Dalam satu atau dua bulan ini mungkin dana itu sudah bisa cair. Jumlahnya sekitar 100 juta Dolar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun,” kata Luhut.

Bandara Sibisa saat ini memiliki ukuran runway 750 meter x 23 meter. Rencana di kuartal I tahun ini, runway akan diperpanjang 2.400 hingga 2.500 meter. Tujuannya agar pesawat berbadan besar bisa mendarat di sana. Bila selesai diupgrade, Bandara Sibisa akan mendampingi fungsi Bandara Silangit di Tapanuli Utara.

“Perbaikan dan pengembangan akan terus dilakukan. Yang penting semuanya dilakukan secara baik. Pengembangan Bandara Sibisa akan memberikan efek positif. Apalagi, Bandara Silangit sudah jalan,” Luhut menambahkan.

Luhut juga mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan CEO AirAsia Tony Fernandes. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss. Secara khusus, Luhut meminta agar AirAsia ikut membuka poros Kawasan Danau Toba (KDT) menuju mancanegara.

“Saya sudah bertemu Tony Fernandes. Dia berjanji akan membawa wisman lebih banyak dari India, Tiongkok, dan Filipina. Jadi tidak perlu khawatir,” Luhut melanjutkan.

Ketiga negara itu masuk daftar 14 pasar utama tahun 2018. Menjadi pasar potensial, wisman India tumbuh 29 persen pada 2017. Jumlah riilnya 434.198 wisman. Untuk Tiongkok, mereka jadi pilar utama pasar. Negeri Tirai Bambu mampu menyuplai 1,9 juta wisman. Pertumbuhannya sangat signifikan yaitu 42,22 persen.

Meski kalah jumlah, tapi kemampuan spending wisman India dan Tiongkok terpaut tipis. Tiongkok masih sedikit lebih unggul. Wisman asal Filipina tumbuh 8,62 persen. Jumlah riilnya 149.001 wisaman. Pertumbuhannya lebih baik dari wisman Thailand dan Hong Kong.

Skenario pun disiapkan untuk Bandara Sibisa. Bandara ini disiapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi infrastruktur sport tourism. Olahraga dirgantara menjadi pilihannya. Budi Karya menjelaskan, deferensiasi nantinya akan diberlakukan di Bandara Sibisa.

“Bandara Sibisa juga difungsikan sebagai olahraga dirgantara seperti terjung payung dan lain-lain. Jadi nantinya Kawasan Danau Toba (KDT) itu jadi paket lengkap. Di sana ada segarnya air danau dan air terjun, lalu kini ada olahraga dirgantara,” kata Budi.

KDT memang diarahkan menjadi destinasi heterogen. Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, Bandara Sibisa memiliki fungsi strategis. Percepatan pengembangan bandara akan menambah akselerasi pertumbuhan KDT. Belum lagi, Bandara Sibisa hanya 30 menit dari Danau Kaldera Dato.

“Kami berharap semoga proses pencairan dana Rp1,3 Triliun sesuai waktu. Semakin cepat Bandara Sibisa digarap akan tambah bagus. Ada banyak fungsi yang bisa dikembangkan di sana,” Menpar mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*