Menpar Salut pada Sriwijaya Group yang Terbang Tepat Waktu

7400

JAKARTA (INDOPETRO): Transportasi paling utama dibutuhkan wisatawan untuk liburan yaitu maskapai penerbangan. Maka dari itu persoalan waktu menjadi modal utama.

Bahkan, Menpar Arief Yahya memuji penerbangan Sriwijaya Air yang tepat waktu dalam memanjakan wisatawan untuk menikmati liburan. “Sriwijaya memiliki tingkat penerbangan yang on time performance, keren. Patut dicontoh oleh maskapai penerbangan lainnya. Manjakanlah wisatawan!,” kata Arief saat menyambangi Kantor Air Tower Sriwijaya Group di Tangerang, Banten pada Selasa (6/2).

Kehadiran pria berdarah Banyuwangi ke Sriwijaya Group disambut President & CEO Sriwijaya Air Chandra Lie bersama jajaran direksi. Kemudian Menpar diajak melihat Operational Control Center di kantor yang baru saja resmi digunakan Sriwijaya Group pada awal November lalu.

“Meskipun memiliki waktu penerbangan yang tepat, tapi harus diingat pertumbuhan Sriwijaya Group tidak boleh lebih rendah dari pertumbuhan sektor pariwisata 2017 yang mencapai 20 persen. Apalagi pariwisata diproyeksikan akan menjadi sumber devisa nomor satu mengalahkan CPO. Itu harus diingat!,” menpar menambahkan.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan pertemuan hari itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata dalam rangka menjalin hubungan kerjasama antara Pemerintah dengan operator penerbangan. Khususnya dalam hal memperluas aksesibilitas dan konektivitas.

“Ini merupakan kunjungan seperti tahun sebelumnya. Di mana pada pertemuan ini Sriwijaya Air Group dengan Kementerian Pariwisata berdiskusi untuk meningkatkan industri pariwisata maupun industri transportasi di Indonesia,” kata Agus.

Sriwijaya Air Group berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara YAITU 17 juta untuk 2018. Selain Sriwijaya Air, ada Nam Air yang berada di posisi pertama dengan tingkat OTP 92,62 persen. Sedangkan Sriwijaya Air peringkat kedua dengan catatan 88,69 persen.

Komitmen Sriwijaya dalam menjaga aspek keselamatan penerbangan berbuah manis. Maskapai itu menerima Sertifikat BARS Gold yaitu sertifikat Basic Aviation Risk Standard (BARS) dengan status gold. BARS merupakan standar pengelolaan aktivitas penerbangan berbasis resiko. Sertifikat BARS Gold Sriwijaya Air berlaku hingga 12 Juni 2019.

“BARS status GOLD ini diberikan oleh Flight Safety Foundation, sebuah organisasi independen yang mempunyai misi meminimalkan risiko dan meningkatkan keselamatan penerbangan di seluruh dunia,” Agus menambahkan.

Di sisi lain, Pengamat Penerbangan Gerry Soerjatman menambahkan persoalan ketepatan waktu menjadi modal utama untuk maskapai penerbangan di Tanah Air. Pasalnya, jika menanti terlalu lama maka wisatawan akan sulit datang buat menikmati keindahan di Indonesia.

“Ketika maskapai yang ditumpangi wisatawan tepat waktu maka lonjakan wisatawan ke Indonesia semakin meningkat. Perlu diingat, keindahan Indonesia akan lebih cepat dikenal bukan saja melalui sosial media melainkan dari mulut ke mulut,” kata Gerry.

Gerry juga berpesan agar seluruh awak maskapai penerbangan harus memiliki sopan santun dan keramahan. Terlebih, kekuatan Indonesia ada pada dua elemen tersebut. “Senyuman dan keramahan itu modal terpenting dalam maskapai penerbangan bukan hanya soal tepat waktu,” Gerry mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*