Harga Minyak Dunia Kembali Naik

30600
Inilah Strategi Jitu Menteri Jonan Dongkrak Investasi Energi
Foto : hindustanintimes.com

indoPetroNews)- Harga minyak dunia kembali menguat di pasar global. Turunnya stok minyak crude Amerika Serikat (AS) minggu lalu dan komentar positif dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menjadi salah satu faktor pendukung.

Harga brent kini mencapai US$67.29 per barel, naik 43 sen atau 0,6 persen dari penutupan bursa sebelumnya di 0135 GMT.

Sedangkan harga West Texas Intermediate (WTI) kini di titik US$63,89 per barelnya. Naik 50 sen atau 0,8 persen dari penutupan sebelumnya.

Dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API), Jumat (2/2/2018), produksi minyak mentah AS turun 1.1 juta barel menjadi 418,4 juta. Ini yg kemudian membuat harga minyak global membaik. Demikian juga dengan pernyataan OPEC dengan tone positif tentang pemotongan produksi dari negara anggotanya.

“Oktober 2017, produksi minyak komersial Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sudah turun 140 juta barel selama lima tahun ke belakang. Ini menujukkan determinasi dan kerja keras kita terbayar sudah,” kata Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo, Selasa (6/2/2018), dikutip dari Reuters. Pernyataan ini diakui bank ANZ memberi efek baik pada pasar minyak global.

Kerja sama anggota OPEC dan Rusia dalam menahan laju produksi sudah dilakukan sejak tahun lalu. Pengirangan suplai ini dimaksudkan untuk menaikkan harga.

Walau sedang menguat, namun terdapat analisis yg menyebutkan masih ada risiko yang tinggi yang akan menurunkan kembali harga minyak.

“Seiring bertambahnya keengganan mengambil risiko dalam berproduksi lebih maka akan menurunkan tekanan pada kegiatan produksi,” kata Head of Commodity of Strategy Saxo Bank, Ole Hansen.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Energy Information Administration (EIA) bahwa produksi minyak AS berpotensi naik ke 10,59 juta barel per hari di 2018. Bahkan bisa mencapai 11,18 juta barel per hari di 2019, jauh lebih besar dari rata-rata produksi tertinggi Rusia di 2017, yaitu 10,98 juta barel per hari. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*