SKK Migas Dorong PHM Penuhi Target Lifting

33000
SKK Migas Dorong PHM Penuhi Target Lifting
Foto : esdm.go.id

indoPetro – Blok Mahakam, yang awal Januari diserahterimakan dari Total E&P Indonesie ke Pertamina, masuk dalam daftar 10 besar produksi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Kinerja blok ini pun berpengaruh pada volume lifting migas secara nasional.

Oleh sebab itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengingatkan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Blok Mahakam untuk memenuhi target lifting yang telah disepakati dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Demikian harapan yang disampaikan  Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher.

Menurut Wisnu, sesuai  APBN 2018, target lifting yang dialokasikan untuk Blok Mahakam adalah sebesar 48.271 barel per hari (BOPD) untuk minyak dan 1.110 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas bumi. Realisasi 2018, rata-rata Per 31 Januari 2018, pencapaian lifting dari blok ini sebesar 31.053 BOPD (+/- 64 persen dari target APBN 2018) untuk minyak dan 969 MMSCFD (+/- 87 persen dari target APBN 2018) untuk penyaluran gas. Khususnya untuk minyak, produksi rata-rata mencapai sekitar 47.653 BOPD dan masih menunggu jadwal lifting untuk dapat memenuhi target di APBN 2018

Untuk pengiriman produksi gas (inlet gas) ke Kilang Bontang, rata-rata per 31 Januari 2018, dari target Blok Mahakam sebesar 1.108 MMscfd, baru terpenuhi 966 MMscfd, atau 87% dari target.

“Pemenuhan target ini sangat penting terutama untuk gas bumi karena Blok Mahakam memasok gas untuk Kilang LNG Badak di Bontang. Apabila pasokan gas ke kilang ini dibawah target, maka penyaluran LNG tidak akan bisa memenuhi komitmen yang telah disepakati,” ujar Wisnu, Rabu (6/2/) di Jakarta.

Dia juga menyatakan, SKK Migas siap mendukung Pertamina Hulu Mahakam untuk memastikan kinerja operasi Blok Mahakam sesuai dengan target yang telah disepakati dalam APBN 2018.

Diketahui, setelah 50 tahun dikelola oleh Total Exploration & Production Indonesie (TEPI), hak kelola Wilayah Kerja (WK) blok Mahakam sebagai WK produksi gas bumi terbesar di Indonesia telah berpindah secara resmi ke PT Pertamina (Persero) pada 1 Januari 2018.

Serah terima pengelolaan WK Mahakam diawali dengan penyerahan kembali pengelolaan WK Mahakam dari TEPI & Inpex kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, untuk selanjutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Direktur Hulu Syamsu Alam. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*