IPO Aramco Bagian dari Visi 2030 Arab Saudi

20300
Aramco Gelontorkan Dana ke Malaysia
Foto : saudiaramco.co

indoPetroNews- Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas bumi milik Kerajaan Arab Saudi sebenarnya menjadi salah satu bagian program privatisasi.

“IPO Aramco adalah bagian utama dari program privatisasi sedang dilakukan Saudi. Kami di Arab Saudi telah mengalami kecanduan minyak,” kata Pangeran Muhammad bin Salman kepada stasiun televisi Al-Arabiya, seperti dikutip Reuters Jumat (2/2/2018).

Melalui Visi 2030, anak kesayangan Raja Salman bin Abdul Aziz ini ingin memberagamkan perekonomian Saudi, sehingga tidak lagi amat bergantung pada minyak. Dia ingin menggenjot pendapatan negara dari sektor non-minyak menjadi 600 miliar riyal (US$ 160 miliar) pada 2020 dan 1 triliun riyal (US$ 267 miliar) pada 2030 dari 163,5 miliar riyal (US$ 43,6 miliar) pada 2015.

Dana diperoleh dari IPO Aramco itu akan dimasukkan ke PIF, dibentuk pada 1971 untuk mendanai beragam proyek. PIF sudah mempunyai saham mayoritas di Saudi Basic Industries Company dan National Commercial Bank, juga investasi di berbagai negara, termasuk Rusia dan Korea Selatan.

Dana hasil IPO Aramco itu bisa membuat PIF meningkatkan investasinya di dalam dan luar negeri. Setelah IPO, kepemilikan 95 persen saham Aramco akan dialihkan dari pemerintah ke PIF, kini memiliki aset senilai US$ 600 miliar.

Pangeran Muhammad bin Salman sudah meyakinkan IPO Aramco akan dilaksanakan pada medio kedua 2018, kemungkinan Oktober atau November. Tapi jalan ke arah sana masih berliku.

Sebagai catatan, Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Perusahaan tersebut akan menerbitkan hanya saham-saham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*