25 – 40 Blok Migas Bakal Dilelang

43400
ICP Miliki Peran Penting Dalam Tentukan Postur APBN

indoPetroNews- Sehari setelah pengumuman pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) baru minyak dan gas bumi (migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) kembali akan melelang WK baru. Berapa jumlah WK yang akan dibuka ke publik?

“Ada 25 sampai 40 blok migas pada pertengahan Februari 2017. Blok yang akan dilelang ini, terdiri blok terminasi, blok yang belum laku pada lelang sebelumnya, juga blok baru,” kata Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar, Kamis (1/2/2018) di Kementerian ESDM, Jakarta.

Dia menyatakan, minimum (yang ditawarkan) 25 (blok), maksimum 40 (blok). Dari (jumlah)  itu, ada blok-blok terminasi. “Apakah terminasinya disebabkan oleh masalah teknikal atau masalah lain yang sehingga (kalau) ditawarkan pun, kalau masalah itu belum bisa kita carikan solusinya, kan tidak ada gunanya. Untuk itu satu persatu kita evaluasi, yang mana yang punya opportunity untuk diambil (investor),” katanya.

Agar investor lebih tertarik, pemerintah juga  terus memperbaiki iklim investasi, antara lain dengan merevisi Peraturan Presiden  No 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas. “Seperti firm commitment bisa ditransfer. Aset yang digunakan selama eksplorasi, bisa digunakan di wilayah kerja (WK) lain atau bisa juga seandainya dalam eksplorasi tidak ditemukan hidrokarbon yang cukup, maka barang-barang yang dibeli selama masa eksplorasi, bisa menjadi digunakan kembali oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) lain dengan membayar import duty,” jelas Wamen.

Selain itu, pemerintah juga menjanjikan keterbukaan data migas, seperti yang sudah dilakukan di negara-negara lainnya. Keterbukaan data ini akan memudahkan investor untuk menganalisa cadangan migas.  “Data yang masih aktif dan punya Kontraktor KKS itu tidak bisa kita buka. (Tapi) data-data yang ada di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) itu akan kita buka semua. Nanti  SKK Migas  (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) akan mengumpulkan semua data dan dipayungi dalam revisi PP Nomor  35,” ujarnya sembari menambahkan pihaknya terbuka menerima masukan perbaikan agar iklim bisnis hulu migas Indonesia lebih atraktif. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*