Inkonsistensi Regulasi KESDM Penyebab Turunnya Investasi Luar Jawa

26900
Inkonsistensi Regulasi KESDM Penyebab Turunnya Investasi Luar Jawa
Foto : fokusbisnis.com

indoPetroNews- Adanya regulasi atau kebijakan yang kerap berubah-ubah di Kementerian ESDM ditengarai penyebab turunnya nilai investasi di luar Jawa pada 2017. Kebijakan apa saja?

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebutkan penyebab penurunan investasi karena seringnya kebijakan yang berganti-ganti.

“Adanya regulasi yang sering berubah-ubah di kementerian tertentu utamanya di sektor ketenagalistrikan dan migas (minyak dan gas). Inkonsistensi ini menjadi preseden buruk bagi investor. Citranya sampai ke luar, sehingga mereka takut masuk. Besok-besok aturan berubah,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa pada sejumlah media, Rabu (31/1/2018) di Jakarta. Hal tersebut diungkapkan sebagai tanggapan penurunan realisasi investasi yang dirilis BKPM.

Andi mengatakan, investasi di luar Jawa sangat bergantung pada sumber daya alam. Namun risikonya juga sangat tinggi dengan kondisi geografis yang sangat berat. “Ditambah lagi dengan ketidakpastian regulasi yang mudah berubah dengan ganti menteri membuat investasi di luar Jawa makin tidak menarik,” papar dia.

Di samping itu, kebijakan yang disebut berubah-ubah itu adalah inkonsistensi penerapan UU Minerba No.4 Tahun 2009. Inkonsistensi itu membuat investor smelter sebagian mengurungkan niat berinvestasi untuk smelter dan sebagian investasi yang sudah berjalan dihentikan. “Disatu sisi UU memerintahkan untuk menyetop ekspor mineral. Namun disisi lain ekspor mineral mentah tetap jalan dan dilindungi aturan dibawahnya,” tegas Andi.

Andi mengatakan, investasi pertambangan merupakan jenis investasi jangka panjang sehingga keteguhan regulasi sangat penting. “Dia investasi jangka panjang. Dana yang digunakan tidak bersumber dari dana yang tersedia pada bank reguler, melainkan berasal dari dana yang memiliki durasi jangka panjang. Dia butuh konsistensi regulasi jangka panjang pula,” tukas Andi.

Diketahui, Kepala BKPM Thomas Lembong, baru saja memaparkan pada posisi 2017 porsi investasi di luar jawa tercatat sebesar 43,7% lebih rendah dibanding realisasi investasi 2016 sebesar 46,6%.  “Ini adalah tren penurunan yang layak mendapatkan perhatian kita,” ujar Tom di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (30/1/2018). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*