Harga Crude Oil Melonjak, Produksi Minyak AS Didongkrak

28700
Tim harga minyak KESDM : Harga ICP April Naik
buzznigeria.com

indoPetroNews- Saat ini dikabarkan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) melonjak tajam.

Menurut laporan Baker Hughes terbaru, jumlah oil drilling rigs di negeri Paman Sam melonjak sebanyak 12 buah ke angka total 759.

Sedangkan produksi minyak mentah naik lagi dari 9.750 juta barel per hari (bph) ke rekor tinggi baru pada 9.878 juta bph pekan lalu. Dengan demikian, laju produksi minyak AS kini kurang lebih setara dengan Arab Saudi, produsen minyak terbesar OPEC. Di seluruh dunia, hanya Rusia yang menghasilkan output lebih tinggi dengan rerata 10.98 juta bph di tahun 2017.

“Sejauh ini berita keseluruhan bearish; rig count meningkat dan Menteri Perminyakan Iran memperingkatkan tentang harga yang terlalu tinggi,” kata Giovanni Stauvono, analis komoditas di UBS Group AG, seperti disinyalir Bloomberg, Selasa (30/1/2018).

Diketahui, saat ini laju produksi minyak mentah Amerika Serikat serta penguatan Dolar AS mengakibatkan harga Minyak jatuh sekitar 1 persen pada hari Senin lalu dan masih terus tertekan hingga Selasa (30/1/2018). Selisih antara harga acuan Brent dan WTI menyempit hingga kisaran $4 per barel —terendah sejak Agustus 2017— seiring dengan melonjaknya produksi AS hingga menyamai output Arab Saudi.

Mengapa AS dan negara-negara pesaing OPEC menggenjot produksi minyaknya? Rupanya hal tersebut didorong oleh meningkatnya harga minyak mentah Brent ke kisaran US$70 per barel.

“Harga minyak yang lebih tinggi akan meningkatkan pasokan ke pasar, khususnya Amerika Utara,” tulis laporan OPEC, seperti dilansir Bloomberg.

OPEC memproyeksikan pertumbuhan pasokan minyak dari non-OPEC sebesar 160 ribu barel per hari, atau tumbuh 16% ke 1.15 juta barel per hari.

Dalam laporan tersebut, OPEC merevisi proyeksi produksi minyak di Amerika Serikat. Proyeksi pasokan minyak mentah Amerika diperkirakan meningkat sebesar 110 ribu barel per hari, menjadi 820 ribu barel per hari. Peningkatan ini berasal dari produksi konvensional. Sementara, OPEC menurunkan proyeksi produksi shale oil sebesar 1,1% dari bulan lalu, ke angka 5,42 juta barel per hari. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*