Menteri Perminyakan Kuwait Sebut OPEC Bahas Nasib Kelanjutan Output

35700
Menteri Perminyakan Kuwait Sebut OPEC Bahas Nasib Kelanjutan Output
Foto : bloomberg.com

indoPetroNews- Negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam organisasi OPEC dan negara-negara yang tidak tergabung dalam OPEC bersepakat untuk terus bekerjasama mengendalikan produksi minyak. Kebulatan kesepakatan itu berlaku pada akhir  2018. Sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (23/1/2018) pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Kuwait, Venezuela, dan Aljazair, serta negara-negara Non-OPEC seperti Rusia dan Oman

Menurut Menteri Perminyakan Kuwait Bakheet Al Rashidi, pertemuan hanya membahas mengenai pelaksanaan kesepakatan yang ada sekarang saja. “Kita diskusi mengenai kesepakatan berikutnya antara negara-negara OPEC dan para produsen minyak lain yang dipimpin Rusia, diharapkan dapat terwujud Juni 2018,” katanya. Namun Menteri Perminyakan Oman, Mohammed bin Hamad Al Rumhi, mengatakan diskusi mengenai apakan akan memperbarui kesepakatan pemangkasan output atau menciptakan kesepakatan baru, akan dilakukan pada November.

Sementara itu, lembaga afiliasi OECD yang berpusat di Paris itu memperingatkan bahwa pesatnya laju produksi minyak di Amerika Serikat akan mementahkan sejumlah faktor positif yang mendukung harga minyak, termasuk berlanjutnya pemangkasan output OPEC.

Produksi minyak mentah AS per 12 Januari berada pada laju 9.75 juta barel per hari (bph); tetapi IEA mengekspektasikan akan segera melampaui 10 juta bph dalam waktu dekat, melampaui laju produksi Arab Saudi maupun Rusia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*