Setelah Mahakam, Pertamina Siap Rebut Blok Rokan

43800
Mustahil Pemerintah Tidak Hambat Investasi
Foto : istimewa

indoPetroNews- Guna menjamin  ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) maka bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) sejatinya harus dikuasai. “Pihak Badan Usaha Milik Negara harus menguasai 50% produksi dari hulu migas,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI), Faisal Yusra, pada wartawan, Senin (22/1/2018) di Jakarta. Hulu migas saat ini baru menguasai 20%.

Pertamina saat ini sedang mempersiapkan diri untuk dapat mengelola blok-blok terminasi. Ada 8 blok migas yang akan terminasi. “Setelah blok Mahakam, kita mentargetkan Blok Rokan (onshore) 3000 barel. Blok ini harus kita rebut karena akan jadi tulang punggung Pertamina,” ungkap Faisal. Blok Rokan akan terminasi pada 2021.

Sedang Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, saat ini pemerintah belum menunjuk operator Blok Rokan, setelah kontrak PT Chevron Pacific Indonesia yang menjadi operator saat ini habis pada 2021.

“Mengenai Blok Rokan statusnya masih sama, nanti berakhir 2021, siapa pengelola blok Rokan, ini kan yang jadi pertanyaannya, ini belum diputuskan,” kata Arcandra.

Sebagai catatan, Indonesia memiliki 2 lapangan minyak raksasa di Blok Rokan, Riau. Kedua lapangan itu adalah Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari (bph). Sekarang lapangan tua ini masih bisa menghasilkan minyak sekitar 45.000 bph.

‘Saudara’ Lapangan Minas, yaitu Lapangan Duri, juga salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Lapangan ini menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.

Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 km2 pada 2016 lalu masih mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 bph, hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saar ini. Chevron sudah memegang kontrak Blok Rokan sejak 1971. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*