OPEC & Non OPEC Tetap Lanjutkan Pemangkasan Produksi

9000
OPEC Himbau Anggotanya Genjot Produksi
Foto : seputarforex.com

indoPetroNews- Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi dan negara-negara non-OPEC bersepakat untuk terus menjalin kerjasama untuk mengendalikan produksi hingga setelah kesepakatan pemangkasan output pada akhir 2018.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, seusai menghadiri rapat gabungan para menteri yang digelar pada Minggu (21/1/2018) seperti dikutip Reuters, Senin (22/1/2018). Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Kuwait, Venezuela, dan Aljazair, serta negara-negara Non-OPEC seperti Rusia dan Oman.

Mekanisme kerjasama tahun depan, lanjutnya,  belum diputuskan, tetapi jika inventori (stok) minyak meningkat pada 2018 sebagaimana diharapkan sejumlah pakar, maka para produsen bisa memperpanjang kesepakatan pemangkaan output hingga 2019.

“Ada kesiapan untuk melanjutkan kerjasama hingga setelah 2018. Mekanismenya belum ditentukan, tetapi ada konsensus untuk melanjutkan,” kata Al-Falih.

Sebagai catatan, kesepakatan pemangkasan output yang dilaksanakan sejak Januari 2017 dan dijadwalkan berlanjut hingga akhir 2018. Kesepakatan tersebut, mengharuskan negara-negara partisipan untuk menahan laju produksi minyak dalam kuota tertentu. Kesepakatan yang diikuti semua negara OPEC dan sejumlah negara produsen minyak Non-OPEC itu, Arab Saudi menanggung porsi pemangkasan terbesar, meski negara tersebut masih memberikan kontribusi output terbesar juga diantara negara-negara OPEC lainnya.

Al-Falih menilai perekonomian global telah menguat, sedangkan kesepakatan pemangkasan output telah menyusutkan inventori minyak mentah di seluruh dunia, sehingga pasar berada dalam jalur menuju penyeimbangan lagi di akhir 2018 atau 2019. Namun, ia menekankan bahwa para produsen masih harus banyak bekerja keras untuk memulihkan kesehatan pasar, dan belum diketahui pasti apakah laju drawdown inventori saat ini akan berlanjut hingga bulan-bulan mendatang.

Dia mengatakan, “Kita memasuki periode demand rendah secara musiman, dan kita perlu melihat itu berlalu kemudian memantau bagaimana inventori di paruh kedua (2018) sebelum kita mempertimbangkan perubahan apapun terhadap kebijakan saat ini”. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*