Kuota LPG Melon APBN 2017 Dipangkas Penyebab Kelangkaan

24100
Kaji Ulang Rencana Distribusi Elpiji Melon Non Subsidi
foto : istimewa

indoPetroNews- Informasi adanya kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg (sering disebut LPG melon) yang terjadi di beberapa wilayah pada akhir 2017,  jumlahnya sangat kecil dan bersifat parsial. “Kelangkaan itu terjadi hanya di beberapa lokasi dan telah diatasi oleh Pertamina dengan melakukan operasi pasar dan penambahan alokasi pasokan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ego Syahrial, Senin (22/1/2018) di Jakarta.

Penyebab kelangkaan di beberapa wilayah itu, antara lain adanya pemotongan kuota LPG 3 kg pada APBN tahun 2017 dari 7,096 juta MTon menjadi 6,199 juta MTon pada APBN-P 2017. “Di samping itu, adanya hari libur panjang yang menyebabkan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) tidak beroperasi secara penuh serta adanya konsumen yang membeli lebih dari kebutuhannya,” papar Ego.

Lebih lanjut Ego menjelaskan, volume penyaluran LPG 3 kg mengalami peningkatan setiap tahunnya antara 5-20%, di mana pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5% dari 6,005 juta MTon pada tahun 2016 menjadi 6,305 juta MT pada tahun 2017.

Sementara terkait rencana pelaksanaan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran, papar Ego, Kementerian Sosial tengah bekerja keras melakukan verifikasi data rumah tangga yang berhak menerima LPG 3 kg. Kebijakan yang rencananya akan diimplementasikan pada awal 2018, hingga saat ini belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya.

Saat ini, telah ada kesepakatan antara pihak DPR, Kementerian ESDM dan Pertamina untuk menjaga ketersediaan stok LPG dan distribusi yang efektif agar tidak terjadi kelangkaan  LPG 3 kg di masyarakat. Apabila terjadi kelangkaan dan telah melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN, maka Pertamina dapat menambah kuota dan membebankan kepada pemerintah. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*