Holding Migas (Bakal) Segera Terwujud

22900
FSPPB Tolak Akuisisi Pertagas Oleh PGN
Foto : jitunews.com

indoPetroNews- Wacana untuk membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas bumi (migas) semakin menguat. Pasalnya, pihak PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bakal  membicarakannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Januari 2018 mendatang. “Untuk PGN RUPSLB tanggal 25 Januari,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno Jakarta, Kamis (18/1/2018). Undangan bagi para pemegang saham  pun telah diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) melalui Presiden KSPMI, Faisal Yusra menyatakan bahwa upaya pembentukan holding migas sebagai strategi pemerintah agar harga gas bisa terjangkau. “Ketersedian gas dan harganya lebih murah,” kata Faisal Yusra pada wartawan, Kamis (18/1/2018) di Jakarta. Prinsipnya, semakin sebuah perusahaan menjadi besar maka ia semakin bagus. “Big is a beautiful,” tandasnya.

Sebagai catatan, saat ini terdapat dua BUMN migas yang akan bernaung menjadi satu payung, yaitu PT Pertamina (Persero) sebagai induk holding dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai anggota holding.

Diketahui, Pertamina sebagai induk holding BUMN migas, 100% sahamnya dimiliki pemerintah. Sedang PGN, sebesar 43% sahamnya dimiliki publik. Sisanya, 57% dimiliki pemerintah. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*