KESDM Teken Harga Jual Gas Melalui Pipa

30500
Revisi Neraca Gas Bumi Rampung Akhir Januari
Foto : okezone.com

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tanggal 27 Desember 2017 telah menetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Migas.

Penetapan ini untuk melaksanakan ketentuan Pasal 72 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

“Pengaturan mengenai Harga Jual Gas Bumi Hilir dalam Peraturan Menteri ini, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 2, bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalarn negeri,” kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama KESDM, Agung Pribadi, pada wartawan, Selasa (16/1/2018) di Jakarta.

Selain itu juga menjarnin terpenuhinya hak konsumen gas bumi.

Tujuan lainnya adalah menjamin kepastian harga jual gas bumi hilir dengan mempertimbangkan daya beli konsumen gas bumi, kesinambungan penyediaan dan pendistribusian gas bumi dan tingkat keekonomian yang wajar bagi Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Minyak dan Gas Bumi.

Dalam pasal 3 menyatakan, harga jual gas bumi hilir yang diatur dalam Permen ini terdiri atas:
a. Harga Jual Gas Bumi Hilir untuk penyediaan tenaga listrik dan industri.
b. Harga Jual Gas Bumi Hilir untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.
c. Harga Jual Gas Bumi Hilir untuk penyediaan bahan bakar gas untuk transportasi.

Sementara itu, untuk perhitungan dan Penetapan Harga Jual Gas Bumi Hilir Untuk Penyediaan Tenaga Listrik dan Industri, diatur dalam Pasal 4 hingga 10, dalam aturan ini.

Tercantum dalam Pasal 4, Harga Jual Gas Bumi Hilir untuk penyediaan tenaga listrik dan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, ditetapkan oleh Menteri ESDM. “Harga Jual Gas Bumi Hilir sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dihitung menggunakan formula sebagai berikut: Harga Jual Gas Bumi Hilir = Harga Gas Bumi + biaya pengelolaan infrastruktur Gas Bumi + Biaya Niaga,” demikian bunyi Pasal 4 ayat 2.

Selanjutnya, Harga Jual Gas Bumi Hilir sebagaimana dimaksud pada ayat 1, merupakan harga rata-rata tertimbang maksimal yang digunakan sebagai acuan oleh Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi dalarn pengenaan harga jual gas bumi ke konsumen gas bumi.

Dalam Pasal 5 diatur, biaya pengelolaan infrastruktur gas bumi meliputi pembebanan biaya yang ditimbulkan dari kegiatan:
a. pengangkutan Gas Bumi melalui pipa transmisi dan/atau distribusi.
b. penyaluran Gas Bumi melalui pipa distribusi untuk menunjang kegiatan usaha niaga Gas Bumi (dedicated hilir).
c. pencairan Gas Bumi.
d. kompresi Gas Bumi.
e. regasifikasi.
f. penyimpanan Liquefied Natural Gas/Compressed Natural Gas.
g. pengangkutan Liquefied Natural Gas/Compressed Natural Gas.

Biaya pengelolaan infrastruktur gas bumi dari pembebanan biaya yang ditimbulkan dari kegiatan pengangkutan gas bumi melalui pipa transmisi dan/atau distribusi ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*