SKK Migas Berhasil Pangkas Waktu Proses Bahasan WP&B

19300
SKK Migas Berhasil Pangkas Waktu Proses Bahasan WP&B

indoPetroNews- Work Program and Budget (WP&B) dalam proses bisnis industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dapat dipangkas masa pembahasannya. Pasalnya selama ini membutuhkan waktu hingga 36.000 jam.

Dari sisi proses bisnis sudah disederhanakan. “Kita melihat hitung-hitungan secara kasar, setiap kali pre WP&B hingga WP&B membutuhkan waktu sekitar 36.000 jam dari pihak SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama,” kata Jaffe Suardin, Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada indopetronews.com Kamis (11/1/2018) di ruang kerjanya Gedung Wisma Mulia lantai 23, Jakarta.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada tim agar dapat mengurangi proses bisnisnya. “Akhirnya dapat dikurangi hingga 2 minggu,” ungkap Buyung, sapaan akrab Jaffe. WP&B akhir tahun lalu bisa ditandatangani pada 15 Desember 2017.

Dia juga menyatakan bahwa setiap tahun ada revisi WP&B dan ada yang original. “Kita sedang mereview apakah perlu revisi maksimal. Proses revisi biasanya lebih rendah dari original. Anggaplah 27.000 jam. Kita bisa mengurangi 20.000 jam di SKK Migas dan pihak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS),” papar Buyung.

Dengan tambahan 40.000 tadi, lanjut Buyung, proses pembicaraan WP&B akan lebih fokus pada 4 hal, yaitu peningkatan cadangan, peningkatan produksi, optimalisasi cost dan simplifikasi bisnis proses.

Diketahui, pembahasan WP&B pada tahun 2018 telah dimulai sejak 2 Oktober hingga akhir Nopember 2017. Pembahasannya diikuti oleh 83 Kontraktor KKS eksploitasi. Karena ada 2 Kontraktor KKS yang pailit. Sedangkan untuk eksplorasi, dari 121 Kontraktor KKS yang mengikuti ada 107 Kontraktor KKS.

Menurut Buyung, dari usulan yang diusulkan oleh Kontraktor KKS, tim berhasil menaikkan target produksi minyak sebesar 7000 barel per hari. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*