Jumlah Kontrak Pengembangan EBT Meningkat

19200
Dirjen EBTKE Resmikan Green Chiller, Pendingin Bebasis Hidrokarbon

indoPetroNews- Capaian Sub Sektor Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) diawali dengan meningkat drastisnya kontrak EBT dari 16 kontrak pada 2016 menjadi 68 kontrak pada akhir 2017.

“Total kapasitas terbangkitkan dari 68 kontrak pada tahun 2017 sebesar 1.207 MW. Status dari 68 kontrak tersebut sebanyak 55 masih berproses untuk mendapatkan financial closing (FC), kemudian yang telah mendapatkan FC tetapi belum memulai konstruksi ada 5 unit, sementara yang sudah konstruksi ada 8 unit,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, pada media, Kamis (11/1/2018) di Jakarta.

Kapasitas terpasang PLT Panas Bumi pada 2017 mencapai 1.808,5 MW yang berasal dari tambahan kapasitas terpasang PLTP Ulubelu 4 sebesar 55 MW dan dimulai beroperasinya PLTP Sarulla 2 sebesar 110 MW. Pada 2018 mendatang peningkatan kapasitas terpasang PLT Panas Bumi ditargetkan sebesar 2.058,5 MW. Pemerintah akan meningkatkan pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi listrik dengan memanfaatkan genangan-genangan waduk yang banyak tersebar diberbagai wilayah-wilayah Indonesia.

Kapasitas PLT Bioenergi sebesar 1.838,3 MW meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 1.789,9 MW. Untuk PLT Bioenergi ini pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas terpasangnya pada tahun 2018 mendatang sebesar 2.030 MW.

Untuk CO2 secara komulatif dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2017 tercapai penurunan emisi sebesar 33,9 juta ton CO2 lebih besar dibanding tahun 2016 sebesar 31,6. Pada 2018, pemerintah menargetkan sebesar 36,0 juta ton CO2. “Sesuai dengan komitmen di Paris Agreement kita mempunyai target penurunan emisi pada 2030 itu sebesar 314 juta, ini merupakan target besar yang harus kita capai,” ujar Rida.

Selanjutnya untuk konsumsi bahan bakar nabati (BBN), realisasi tahun 2017 sebesar 3,23 juta kiloliter (KL) dari target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar 4,20 juta KL. Pada 2018, pemerintah menargetkan konsumsi BBN akan mencapai 5,70 juta KL sesuai dengan target RUEN.

Sub sektor EBTKE pada 2017 mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari panas bumi sebesar Rp 933 milyar atau 104% dari target tahun 2017 sebesar Rp 671,26 milyar. “Penerimaan PNBP dari PLTP dalam bentuk PNBP yang sangat dipengaruhi oleh PLTP yang COD pada 2018 dan kurs dolar terhadap rupiah. Ini adalah PNBP yang terus kita upayakan untuk terus naik,” jelas Rida.

Untuk Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE) telah menerangi 79.564 rumah di 5 provinsi dan pemerintah mentargetkan akan memberikan LTHSE pada 2018 dua kali lipat dari 2017 yakni sebanyak 175.782 unit. LTHSE akan membantu menerangi rumah di perdesaan yang secara geografis terisolir dan belum mendapat penerangan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*